Oleh : Nico Trisno P, Ketua Forum UMKM Mandiri Jatim
KABARPAS.COM – PEMBACA Kabarpas yang budiman, secara umum perkembangan bisnis UKM satu sama lain tidak sama, karena beberapa hal, antara lain merupakan usaha warisan (sudah eksis), akuisisi dari orang lain (menggantikan), dan mulai dari Nol ketika merintis bisnis tersebut. Di sini saya mencermati bagi UKM yang mengawali usahanya yang dari Nol.
Secara pribadi, pelaku usaha harus memiliki modal yang melekat pada dirinya yaitu ketrampilan atau keahlian, syukur-syukur kompetensi dan pribadi kewirausahaan (niat yang kuat, semangat, sabar, tekun, berani mencoba, pantang menyerah, dll). Modal tersebut diperoleh dengan belajar (ikut pelatihan, bekerja pada orang lain, kursus-kursus ) sehingga kemampuannya meningkat. Dari situlah pengalaman meningkat.
Selain keahlian tadi, juga perlu ditambah SOFT SKILL seperti : Kemampuan berinteraksi sosial, berkomunikasi, kemampuan pengendalian diri/tidak temperamental, tanggap terhadap hubungan bisnis, menghormati & menghargai orang lain, Networking, dll.
Soft skill ini penting sekali, tapi jarang mendapat perhatian bahkan tidak dianggap sebagai modal yang penting bagi UKM. Justru dengan kemampuan Soft Skill yang bagus dari seorang UKM, paling banyak prosentase kesuksesan yang dicapai. Di sinilah PENTING dan WAJIB-nya kemampuan ini dimiliki oleh UKM.
Dengan menjalankan usaha di awal kiprahnya, pada umumnya UKM masih One Man Show belum punya karyawan, maklum masih merintis usaha, modal finansial terbatas itupun harus hati-hati dalam pembelanjaan untuk operasional bisnisnya.
Tantangan Pertama (level pertama) adalah mencari pasar (konsumen) dan menghasilkan produk yang berkualitas. Dua tantangan itu harus bisa dilalui oleh UKM pemula.
Dan pada umumnya kebanyakan pelaku UKM masih berkutat atau berperang dengan masalah tersebut. Kalau berhasil melalui 2 tantangan di atas, maka akan naik kelas (Class Up ) tentunya Tantangan & Cara Penanganannya berbeda. (BERSAMBUNG).

















