Oleh : KH. Nurkholis Almaulani, Pemangku Ponpes Metal Muslim Alhidayah
KABARPAS.COM – HIRUK pikuk dan tarik ulur
pelaksanaan Muktamar NU ke-34 di Lampung menjadi perbincangan serius di kalangan para pendukung masing-masing calon dan petinggi NU. Belum lagi persepsi yang berbeda dari masing-masing pendukung calon Ketum PBNU yang kadang menyudutkan satu dan yang lainnya.
Di satu sisi pendukung mengatakan bahwa kepemimpinan PBNU harusnya 2 periode dan tak elok 3 periode ditambah lagi dengan banyaknya pernyataan-pernyataan kontroversi yang membuat kebingungan masyarakat dalam menerimanya.
Namun, juga menganggap bahwa banyak kemajuan yang luar biasa dari kepemimpinannya sebelumnya sehingga layak untuk meneruskan lagi.
Di sisi lain dengan pandangan dekatnya calon dengan tokoh radikal dan pemikiran-nya yang juga kontroversi.
Maka saya berpendapat bahwa untuk menyelamatkan NU dari gorengan berita miring menyudutkan tokoh NU dan sebagai jalan tengah yang bisa merekatkan NU GL dan NU Khitthoh 26 (Sukorejo ) kembali ke rumah besar Nahdlotul Ulama, hemat saya adalah KH. MARZUKI MUSTAMAR, M.ag.
Ini adalah sebuah refleksi perubahan yang perlu untuk kita sikapi dengan bijak.
Dar’ul Mafasid Muqoddam ala Jalbil Masholih..
Terjadinya kesenjangan pemahaman di kalangan kultur dan struktur NU juga menjadi sebuah pemikiran, yang penting untuk kita fikirkan demi menjaga Rumah Besar NU secara keseluruhan.
Ditambah lagi dengan campur tangannya kepentingan politik dan kekuasaan akan membuat keadaan semakin jauh dari harapan muassis demi menegakkan ASWAJA ANNAHDLIYAH.
Kedua tokoh yang saat ini menjadi calon ketua umum adalah tokoh NU yang luar biasa. Namun, keadaan dan situasinya menurut pandangan saya diperlukannya tokoh yang memiliki karakter ke-NU-an yang bisa diterima masyarakat luas tanpa ada kontroversial. Hingga adem-adem dan meneguhkan ajaran ASWAJA ANNAHDLIYAH yang lebih kondusif dan tenang.
Semoga hasil Muktamar NU ke-34 nanti bisa mendapatkan pemimpin yang sesuai dengan harapan dan karakter NU yang akhlaqul karimah.
Pemimpin yang dipilih bukan pemimpin yang meminta dipilih.
Namun siapapun yang terpilih kita WAJIB menaati dengan sepenuh hati dan kembali kompak membangun NU kedepan. (***/Ainul Mustafidah).

















