Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 10 Feb 2022

Pembelajaran Tatap Muka 13 Sekolah di Kota Pasuruan Terpaksa Dihentikan, Ini Penyebabnya…


Pembelajaran Tatap Muka 13 Sekolah di Kota Pasuruan Terpaksa Dihentikan, Ini Penyebabnya… Perbesar

Pasuruan, Kabarpas.com – Akibat meningkatnya penyebaran virus covid-19 mengakibatkan klaster sekolah di Kota Pasuruan semakin meluas. Tak ayal,
sebanyak 13 sekolah di Kota Pasuruan terpaksa harus menghentikan pembelajaran tatap muka (PTM) secara penuh.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pasuruan, Dr Shiely Marlena membenarkan jika pada awal bulan Februari makin banyak bermuncul klaster sekolah di Kota Pasuruan.

“Sudah bisa dikatakan kluster sekolah dan dilakukan penutupan untuk 13 sekolah,” ujar Shierly saat dikonfirmasi Rabu (9/2/2022).

Lebih lanjut Shierly menyebutkan bahwa belasan sekolah yang ditutup tersebut terdiri dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Dari jenjang sekolah dasar, yang ditutup diantaranya SD Kebonsari, SD Krapyak, SD Tembokrejo, SD Sebani, SD Bugul Kidul, SD Karanganyar, SD Pekuncen, dan SD Petamanan.
Sementara untuk jenjang SMP, hanya SMP 3 dan SMP 5 yang ditutup. Kemudian di jenjang SMA, ada SMA 1, SMA 2, SMA 4, dan SMA Speam Putri.

“Untuk sekolah yang lain masih mengikuti kebijakan diskresi SKB 4 Mentri, yakni PTM 50 persen,” ungkapnya.

Dinas Kesehatan Kota Pasuruan kini masih terus melakukan upaya tracing kepada warga sekolah yang memiliki kontak erat dengan pasien covid-19.

“Upaya tracing masih terus dilakukan, saat ini totalnya ada 21 guru dan murid dari 13 sekolah yang terkonfirmasi positif covid, ” ungkapnya.

Menurut Dr Shierly, asal penularan virus covid diantara para guru dan murid ini juga beragam.
Ada yang dinyatakan positif setelah dirawat di rumah sakit. Ada pula yang memang punya kontak erat dengan pasien covid dari klaster sekolah

“Ada yang ditemukan positif saat sakit di RSUD Purut. Ada yang tertular dari orang tuanya yang jadi guru dan mengajar di SD Kebonsari, ” imbuhnya.

Meskipun begitu, Shierly memastikan bahwa dari 21 guru dan murid tersebut tidak ada yang sampai di rawat di rumah sakit. Mereka terkonfirmasi positif covid namun tanpa gejala atau OTG.

“Karena tanpa gejala, semuanya disolasi di rumah masing-masing. Apalagi ada yang masih anak-anak juga, ” pungkasnya. (emn/gus).

Artikel ini telah dibaca 10 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan