Pasuruan, Kabarpas.com – Penyakit Kuku dan Mulut (PMK) ternak yang merebak di Kabupaten Pasuruan, membuat para pelajar SMKN Puspo Kabupaten Pasuruan berinovasi menciptakan ramuan probiotik alami untuk suplemen pada sapi.
Tak hanya itu, untuk menjaga daya tahan tubuh sapi, probiotik karya pelajar SMK Puspo ini juga diklaim bisa meningkatkan nafsu makan ternak.
Saat dikonfirmasi Ninuk Merdiana Oktaviana, guru pendamping siswa SMK Puspo, mengatakan bahwa penemuan terkait probiotik ini awalnya dikembangkan dari penelitian saat pandemi covid-19.
Sebelumnya para siswa juga berhasil membuat penguat antibody covid-19. Dan kini melihat kemunculan wabah PMK, mereka pun berinisiatif mengembangkan probiotik sebagai suplemen untuk sapi.
“Dulu pernah juga bikin probiotik untuk covid. Tapi sekarang, bikin lagi untuk probiotik hewan ternak khususnya untuk sapi,” ujar Ninuk saat dikonfirmasi Minggu (22/04/2022).
Adapun Cara membuat probiotik sapi ini pun cukup sederhana. Bahan-bahannya pun mudah didapatkan. Pasalnya, probiotik sapi karya pelajar SMK Puspo ini terbuat dari campuran susu segar, kunyit, ragi, tetes tebu, air suling, air kelapa, dan arang kering. Dan semua bahan kemudian tinggal dicampurkan didalam blender.
“Selain melindungi dari bakteri dan virus , probiotik ini bisa tambah nafsu makan dan memperbaiki peradangan organ dan pencernaan ternak,” ungkapnya.
Sementara itu, Arya Krisna, salah satu siswa, mengungkapkan bahwa probiotik sapi buatannya ini bisa dimanfaatkan dengan dua cara. Pertama dengan diminumkan langsung kepada sapi. Kedua para peternak juga bisa menyemprotkan probiotik ini ke kandang-landang sebagai pengganti cairan desinfeksi.
“Harapannya, probiotik ini bisa mencegah agar tidak ada ternak yang terinfeksi virus,” ucap Arya.
Tak hanya itu, probiotik alami karya siswa SMK Puspo ini pun dibagikan secara gratis kepada peternak-peternak di sekitaran lereng gunung Bromo.
Menurut Ragil Pambudi, peternak sapi, dirinya mengaku sangat terbantu dengan inovasi probiotik ini. Dia berharap tidak ada satupun ternaknya yang sakit. Apalagi sampai tertular virus PMK.
“Alhamdulillah, bisa untuk antisipasi mencegaj PMK di daerah Puspo, ” pungkasnya. (emn/ida).

















