Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 27 Agu 2022

Said Aqil Dukung Kapolri Lakukan Pembersihan Mafia Judi


Said Aqil Dukung Kapolri Lakukan Pembersihan Mafia Judi Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com – Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Said Aqil Siradj mengatakan bahwa dirinya sangat mendukung langkah Kapolri Jenderal Polisi Listiyo Sigit Prabowo melakukan pembersihan di tubuh lembaga Kepolisian RI.

Hal itu dikatakan Kiai Said Aqil menanggapi maraknya penindakan di Mabes Polri pascapenetapan Irjen Pol Ferdi Sambo sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J.

“Kita percaya sangat banyak polisi yang masih baik, menjalankan tugas sesuai kebutuhan bangsa. Karena itu kita mendukung penuh langkah-langkah perbaikan di tubuh Polri,” ujar Said Aqil Sirajd kepada Kabarpas.com.

Dikatakan Said Aqil, dirinya sudah sangat paham apa yang dilakukan Kapolri Listiyo Sigit.

“Beliau sudah menghadap Presiden Joko Widodo, dan oleh Bapak Presiden diperintahkan untuk membuka seterang-terangnya, jangan ada yang ditutup-tutupi. Agar masyarakat bisa percaya bahwa penuntasan kasus ini dilakukan dengan benar. Saya sangat respek dengan itu, kita dukung penuh,” tegasnya.

Anggota BPIP ini juga menambahkan langkah pembersihan yang dilakakukan Kapolri tentu tidak mudah, apalagi pembersihan di tubuh Polri juga melibatkan pihak-pihak yang diduga melibatkan mafia judi online dan mafia lainnya.

“Kita lihat sejarah, Nabi Muhammad saat menjadi warga biasa dan berbuat baik, disukai orang. Bahkan dijuluki Al Amin, yanh dapat dipercaya. Tetapi begitu menyampaikan dakwah dan perbaikan, banyak pihak yang memusuhinya,” ujarnya.

Disinggung soal adanya masukan dari Ahmad Sahroni, Anggota Komisi III DPR RI yang meminta agar pembicaraan tentang Kasus Ferdy Sambo disudahi, Kiai Said menegaskan tidak setuju.

“Ini soal kejahatan, justru harus dibuka seterang-terangnya. Untuk menjaga marwah Polri. Jika didiamkan maka akan menjadi bias, kemana-kemana.  Dan melahirkan suudzan semua nanti,” tambahnya.

Karena itu, imbuh dia, tindakan tegas dan terbuka dari Mabes Polri sangat diperlukan agar tidak menjadi bias.

“Harus selalu terbuka, transparan, siapa yang salah ditindak, dihukum seadil-adilnya. Agar tidak menadi biar tadi,” pungkasnya. (don/gus).

Artikel ini telah dibaca 5 kali

Baca Lainnya

Bangun Ekosistem Entrepreneurship, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jatim Berkolaborasi dengan KADIN dan Universitas Ciputra Surabaya

27 Juni 2026 - 08:21

Webinar Internasional Hadis Indonesia–Malaysia: Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng dan UPSI Perkuat Kolaborasi Akademik Pembelajaran Hadis

27 Juni 2026 - 08:03

Kemenag dan BI Dorong Rohis Jadi Agen Perubahan dan Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital

27 Juni 2026 - 07:59

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Grab Indonesia, Dorong Ahli Waris Naik Kelas Menjadi Wirausaha

26 Juni 2026 - 16:22

Bicara di LYS 4.0 Kemenpora, Ike Suharjo Beberkan 4 Kunci Sukses Pemimpin Muda Berbasis Empati dan Data

26 Juni 2026 - 11:17

Kapolres Jombang Pimpin Sertijab Rotasi Kasat Reskrim dan Sejumlah Kapolsek Jajaran

26 Juni 2026 - 09:56

Trending di KABAR NUSANTARA