Oleh : KH. Nur Kholis Al Maulani, Pengasuh Ponpes Metal Muslim Al Hidayah Pasuruan
KABARPAS.COM – KONTESTASI Pilpres 2024 adalah sebuah realita yang saat ini dinanti masyarakat Indonesia. Meski masih tinggal beberapa tahun lagi digelar, namun sejumlah nama sudah masuk dalam bursa Capres 2024.
Tak tanggung-tanggung, beberapa partai besar pun saat ini sudah melakukan “Chek Sound” untuk mengukur sejauh mana masyarakat akan mendukung Capres yang akan diusung oleh mereka.
Kendati tiket masuk untuk menjadi Capres dan Cawapres cukup berat namun bisa dikira-kira bahwa nama yang akan bertanding tidak akan jauh dari prediksi. Selain itu koalisi partai politik (Parpol) pun juga mulai dirajut, meski kadang itu belum final.
Dan bisa saja terjadi masalah sehingga pecah kongsi di tengah jalan. Misalnyanya GERINDRA dan PDIP yang sudah dirajut lama kini sudah mulai berubah arah dengan masuknya PKB sebagai patrner baru GERINDRA.
Koalisi Indonesia Bersatu (GOLKAR, PAN dan PPP) yang telah bersepakat satu suara untuk 2024 yang arahnya juga tak jauh dari instruksi Istana, tentunya itu juga menjadi sebuah kekuatan baru untuk melandingkan Capres dan Cawpres 2024.
Demikian pula NASDEM yang mulai goyang dengan keputusannya mengusung ANIS BASWEDAN setelah hasil konvensi yang dilakukan, kini sedang mulai penjajakan lagi siapa sosok yang paling layak dan koalosi dengan siapa yang paling solid untuk 2024.
PDI Perjuangan yang sudah mulai mantab dengan mengusung Putra Mahkota (Puan Maharani) sebagai Capres atau Cawapres juga sudah mulai memainkan PUZLE untuk menyatukan agar gambar terbentuk nyata.
Di sisi lain GANJAR PRANOWO yang merupakan kader PDI Perjuangan sendiri telah mendapat banyak restu dari beberapa kalangan dan terus digaungkan sebagai Pemimpin baru Indonesia berada dalam situasi yang perlu dan sangat extra hati-hati. Karena partai tak memberikan ruang untuknya.
Meski demikian, Pilpres 2024 masih panjang. Dan sebentar lagi akan banyak kesepakatan-kesepakatan yang mengarah kepada sebuah ketetapan.
Saya sebagai pengamat dunia politik hanya melihat peluang besar bagi PRAGA (PRABOWO – GANJAR) jika bisa dikawinkan untuk 2024. Dan kemungkinan kemenangan itu cukup besar. Namun, apakah istana berkehendak untuk menaruh GANJAR PRANOWO pada posisi Wapres.
Ada Skenario GANJAR – ERICK THOHIR yang sedang di jajaki. Namun jika Gubernur JATIM ( KHOFIFAH) siap untuk bersama GANJAR tentunya peta politik akan berubah lagi. Dan apakah mungkin karena keduanya belum mendapatkan restu para pemilik GERBONG POLITIK.
Jika KIB (Koalisi Indonesia Bersatu) diikuti NASDEM dan PDI Perjuangan. Maka SELESAILAH Pilpres sebelum Pilpres yang sesungguhnya.
Tinggal kebesaran hati para Ketua Umum Partai untuk bisa menerima itu. Karena jujur jika kita lihat survey masyarakat telah menempatkan tokoh dan kader partai pada posisi survei tertinggi. Bukan Ketua Umum-nya. (***).

















