Trenggalek, Kabarpas.com – Direktur utama PT BPR Jwalita Trenggalek optimis bisa berkontribusi lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.Pasalnya, kantor baru yang di tempati sekarang lebih representatif.Demikian disampaikan oleh Dwi Fraidianriani, orang nomor satu di Bank plat merah tersebut.
Dwi sapaan akrabnya mengatakan, jika gedung baru yang ditempati sangatlah representatif, yakni di jantung kota sebagai pusat perekonomian di Trenggalek.
“Kinerja BPR harus lebih bagus dari sebelumnya.Karena ini bank milik daerah maka kontribusinya harus terus meningkat kepada pemkab berupa PAD dan kepada masyarakat, ” ucapnya.
Dwi menuturkan, jika dirinya sudah meyakinkan kepada bupati sebagai pemegang saham pengendali bahwa dengan berpindahnya kantor tidak akan berpengaruh pada keuntungan atau deveden kepada Pemkab. “Sekarang tempatnya sangat strategis, dikenal oleh banyak masyarakat dan nasabahnya semakin banyak otomatis bisa meningkatkan kinerja BPR Jwalita,” imbuhnya.
Selanjutnya, dia menyampaikan, salah satu alasan berpindahnya kantor ini, karena beberapa waktu yang lalu diperiksa oleh otoritas jasa keuangan (OJK), tepatnya pada bulan Mei.
“Dalam LHP kami diharuskan pindah kantor akhir Desember 2022 dan kami tindaklanjuti,” tandasnya.
Dwi menyebut, dari kantor sebelumnya, modal BPR yang Rp 20 milyar 650 juta sekarang asetnya sudah menyentuh angka Rp 127 milyar.
“Ada nasabah tabungan 16 ribu, kredit 4 ribu dan deposito 800.Tentunya dengan menampung nasabah yang banyak, kantornya harus representatif,” ungkapnya.
Selain itu, masih ujar dia, BPR ini juga mempunyai pegawai diatas 60 orang, punya jaringan 13 kantor diseluruh kecamatan. “Tentunya dengan kondisi seperti ini kita harus lebih dekat kepada masyarakat,” tukasnya.
Dijelakannya, laba yang didapat pada tahun 2022 sebesar Rp 2,4 milyar.
“Kami targetkan di tahun 2023 keuntungan labah bisa naik 15 persen dari keuntungan tahun 2022, ” tutupnya (ags/ian).

















