Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 14 Mei 2026

Gus Fawait Pasang Target Besar untuk Direksi Baru Perumda Kahyangan


Gus Fawait Pasang Target Besar untuk Direksi Baru Perumda Kahyangan Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Pelantikan direksi baru Perumda Perkebunan Kahyangan menandai dimulainya babak baru bagi badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten Jember itu. Bupati Muhammad Fawait menaruh harapan besar agar perusahaan daerah tersebut tidak sekadar mengejar pendapatan asli daerah (PAD), tetapi juga berperan langsung dalam pengentasan kemiskinan.

Dalam pelantikan direksi yang digelar di Pendapa Wahyawibawagraha, Gus Fawait menyebut Perumda Perkebunan Kahyangan memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan masyarakat di wilayah perkebunan yang selama ini identik dengan kantong-kantong kemiskinan.

“PDP salah satu BUMD yang kita andalkan. Karena bagi saya justru PDP ini lebih strategis. Bukan cuma urusan PAD, tetapi juga menjadi pengungkit ekonomi dan pengentasan kemiskinan,” harap Fawait.

Menurut Fawait, tantangan terbesar Perumda Kahyangan ke depan bukan hanya soal keuntungan perusahaan, tetapi bagaimana keberadaan perkebunan mampu menghadirkan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Ia juga menyoroti latar belakang tiga direksi baru yang berasal dari kalangan aktivis. Bagi dia, karakter aktivis dibutuhkan untuk membawa perubahan di tubuh perusahaan daerah yang selama ini menghadapi berbagai persoalan internal.

“Tiga-tiganya adalah aktivis. Aktivis tidak boleh baperan, tidak boleh antikritik, harus berpikir out of the box dan membuktikan kerja dengan data,” ucap dia.

Fawait menegaskan ukuran keberhasilan tidak boleh berhenti pada narasi atau persepsi publik semata, melainkan harus tercermin dalam capaian konkret. Ia mencontohkan indikator seperti pertumbuhan ekonomi, angka stunting, hingga kematian ibu dan bayi sebagai ukuran yang bisa diuji secara terbuka.

“Jangan cuma adu kata-kata, tapi adu data,” ujarnya.

Selain mendorong pembenahan internal perusahaan, Pemkab Jember juga tengah menyiapkan revisi Peraturan Daerah tentang BUMD. Revisi itu diharapkan membuka ruang usaha baru bagi Perumda Kahyangan agar tidak hanya bergantung pada komoditas perkebunan tradisional.

Fawait menyebut perusahaan daerah harus mampu menangkap peluang dari program pemerintah pusat, termasuk program MBG (Makan Bergizi Gratis), yang dinilai dapat membuka ruang pengembangan usaha baru.

“Mudah-mudahan revisi perda nanti bisa membuat PDP bukan cuma mensukseskan program kabupaten, tetapi juga ikut mendukung program pusat sekaligus menangkap peluang pengembangan usaha,” tandasnya.

Meski demikian, Fawait mengakui pembenahan perusahaan tidak bisa dilakukan secara instan. Ia menyebut tahun pertama kepemimpinan direksi baru akan menjadi fase memperkuat fondasi perusahaan.

“Biasanya setahun pertama itu memperbaiki pondasi. Tapi saya yakin tiga aktivis top ini bisa membawa PDP maju,” ucapnya optimis.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Perkebunan Kahyangan yang baru dilantik, Gogot Cahyo Baskoro menyebut jabatan yang ia emban bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah besar di tengah kompleksitas persoalan perusahaan.

Menurut Gogot, salah satu tantangan utama yang dihadapi Perumda Kahyangan adalah pola manajerial perusahaan yang dinilai belum sepenuhnya terbuka. Kondisi itu, kata dia, berdampak pada menurunnya kepercayaan publik, karyawan, hingga pihak ketiga.

“Kami melihat pola manajerial Perumda Perkebunan Kahyangan ini masih belum sepenuhnya terbuka,” tuturnya.

Selain persoalan tata kelola, Gogot juga menyoroti rendahnya produktivitas tanaman dan belum optimalnya pemanfaatan aset perusahaan. Ia menilai Perumda Kahyangan perlu melakukan diversifikasi usaha agar tidak hanya bertumpu pada penjualan komoditas mentah seperti kopi dan karet.

Ia membuka peluang pengembangan produk kopi premium hingga sektor wisata berbasis perkebunan.

“Tidak hanya menjual green bean atau bubuk kopi, tapi juga harus mulai mengembangkan produk specialty,” ujarnya.

Untuk sektor wisata, Gogot menyebut sejumlah potensi yang akan dikembangkan, seperti Wisata Boma dan Rimba Camp di Gunung Pasang, Kampung Belgia di Sumberwadung, hingga pengembangan akses menuju Air Terjun Tancak bekerja sama dengan Perhutani.

Menurutnya, diversifikasi usaha penting untuk meningkatkan pendapatan perusahaan dalam jangka pendek dan menengah.

Gogot juga menegaskan komitmennya menjadikan Perumda Kahyangan sebagai perusahaan yang sehat, bersih, dan memiliki daya saing melalui konsep Good Clean Corporate.

Konsep tersebut, kata dia, akan dijalankan dengan prinsip transparansi, akuntabilitas, independensi, tanggung jawab, serta antikorupsi.

“Kami ingin Perumda Perkebunan Kahyangan menjadi perusahaan yang sehat, bersih, dan memiliki daya saing,” tegas Gogot.

Di sisi lain, ia menilai keberadaan perkebunan harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar, terutama para buruh dan warga yang tinggal di wilayah persil perkebunan.

Gogot bahkan membuka kemungkinan pemanfaatan lahan tidur perkebunan untuk kebutuhan masyarakat, seperti pengembangan rumput pakan ternak.

“Kalau masyarakat sekitar merasakan manfaat keberadaan perkebunan, mereka juga akan ikut menjaga perkebunan,” ucapnya.

Terkait penguatan modal perusahaan, Gogot tidak menutup kemungkinan adanya kombinasi penyertaan modal daerah, akses pembiayaan perbankan, maupun kerja sama dengan pihak ketiga. Namun, menurut dia, seluruh langkah tersebut harus dihitung secara realistis dan berdasarkan kajian bisnis yang layak. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

MPM Honda Jatim Perkuat Sinergi dengan Dishub Kota Surabaya dan BPTD Lewat Edukasi Safety Riding untuk Petugas Lapangan

13 Mei 2026 - 15:22

MPM Honda Jatim Tingkatkan Kesiapsiagaan Karyawan Hadapi Situasi Darurat Keamanan 

13 Mei 2026 - 15:19

Kota Pasuruan Masuk 3 Besar Kota Ramah Lansia

13 Mei 2026 - 15:02

Jember Kembali Jadi Tuan Rumah Karnaval SCTV 2026, UMKM hingga Wisata Ikut Dipromosikan

13 Mei 2026 - 14:56

Musnahkan Barang Bukti 86 Perkara, Kejari Kabupaten Pasuruan “Sapu Bersih” Narkotika hingga Miras

13 Mei 2026 - 14:53

Wujudkan Lansia SMART, Bunda Ani Adi Wibowo Tinjau ‘Selantang’ di Bugul Lor

12 Mei 2026 - 19:20

Trending di Berita Pasuruan