Trenggalek, Kabarpas.com – Menjadi tim paling favorit juara di Trenggalek Soccer League (TSL), SS Garuda hanya mampu menang tipis 1-0 atas Permata Kampak di Lapangan Sumbergedong, Jumat (17/3/2023) sore. Kemenangan tersebut diraih setelah salah satu pemain lawan melakukan gol bunuh diri 94′.
Menguasai pertandingan sepanjang laga ternyata tak cukup bagi MNA dkk untuk mengulang sukses di dua laga sebelumnya, yakni menang dengan banyak gol. Selain sering salah passing, beberapa peluang gagal dikonversi menjadi gol.
Pada babak pertama, MNA dkk.langsung mengambil inisiatif menyerang.Meskipun, terkadang masih ada kesalahan passing.
Sementara itu, Permata Kampak cenderung bermain bertahan dengan sesekali melakukan serangan balik.Rapatnya pertahanan lawan dengan menumpuk pemain belakang ternyata membuat SS Garuda kesulitan menciptakan banyak peluang.Tercatat hanya satu peluang Ali Mustofa saat melakukan heading dan melambung diatas mistar.
Memasuki babak kedua, coach Mursyid Effendi memberikan intruksi khusus, yakni meningkatkan intensitas serangan.Ada sekitar lima shot on goal.
Dipertengahan babak kedua, permainan sedikit menjurus kasar hingga membuat wasit megeluarkan kartu kuning untuk pemain Permata Kampak.
Disepuluh menit terakhir, serangan tujuh hari tujuh malam SS Garuda terus mengancam pertahanan lawan.Ada dua peluang emas yang gagal berbuah gol.Salah satunya adalah sundulan Ali Mustofa yang berhasil diblok kiper.
Hingga waktu normal 90 menit gol juga tidak terjadi.Wasit memberikan tambahan waktu 5 menit.Petaka terjadi.Satu menit menjelang laga usai, salah satu pemain Permata Kampak melakukan gol bunuh diri. Berawal dari bola liar saat terjadi kerumunan di depan gawang.Skor 1-0 untuk SS Garuda bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.
Asisten pelatih SS Garuda, Akbar Okta merasa bersyukur atas kemenangan yang diraih anak asuhnya.” Lawan banyak menumpuk pemain di belakang, sehingga sulit bagi anak – anak untuk mencetak gol, ” ucapnya.
Moach sapaan akrabnya menyebut, faktor lapangan juga sangat berpengaruh, sehingga para pemainnya sulit melakukan passing sempurna. (ags/ian).

















