Pasuruan Kota Madinah. Wakil Wali Kota Adi Wibowo, S.Tp, M.Si (Mas Adi) hadiri
santunan yatim dan disabilitas dengan tema “menebar kebaikan untuk meraih ramadhan yang sempurna” yang diselenggarakan Lazismu Kota Pasuruan selain itu juga pembagian 1.000 paket takjil dan penampilan disabilitas berlokasi di Gedung Pusat PDM Kota Pasuruan.
Dalam kesempatan sambutan Mas Adi memyampaikan bahwa waktu dua tahun ini banyak hal yang sudah dilakukan walaupun masih banyak ekspetasi publik terkait dengan pembangunan Kota Pasuruan.
“Publik itu hari ini bisa seperti juri, bisa menilai bagaimana pembangunan itu bisa dinikmati oleh masyarakat bahkan publik hari ini ditengah keterbukaan era teknologi itu mudah sekali membandingkan dengan daerah yang lain tentu ini menjadi sebuah kemajuan dan tuntutan bagi pemerintah,” ujarnya.
Ia juga memgatakan bahwa publik saat ini cukup cerdas, publik mempunyai ekspetasi yang tinggi terhadap pemerintah.
“Pemerintah menyadari tidak bisa bekerja sendiri saat ini eranya adalah kolaborasi, eranya adalah gotong royong,” katanya.
Kota Pasuruan saat ini banyak menorehkan perkembangan ada beberapa penghargaan yang didapatkan.
“Pertama yang dilakukan pemerintah menepis keraguan masyarakat ketika dua tahun berturut turut opini BPK yang sebelumnya WDP (Wajar Dengan Pengecualiaan) saat ini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian),” katanya.
Kemudian Ia menambahkan penghargaan dari KPK dalam konteks antisipasi korupsi, MCP Kota Pasuruan yang terbaik kemudian reformasi birokrasi juga mendapatkan penghargaan yang terbaik, Kota Pasuruan juga menerima penghargaan musrenbang provinsi dengan Kota Pasuruan perencanaan dan inovasi terbaik dijawa timur dan tingkat nasional Kota Pasuruan memperoleh UHC (Universal Healt Coverige) karena warga Kota Pasuruan sudah tercover BPJS 100 Persen.
“Tentu keraguan publik ini tidak perlu kita jawab dengan kata kata tapi dengan kerja nyata dan itu bisa dibuktikan ketika yang menilai adalah masyarakat ,”btambahnya.
Saat ini Pemerintah pusat menargetkan ditahun 2024 angka stunting minimal 14 persen, di Kota Pasuruan masih 21 persen artinya masih ada tantangan yang tidak ringan ditahun 2024 kita mencapai 14 persen, belum lagi ada fenomena kemiskinan ekstrem ditahun 2024 juga ditarget 0 persen.
“Hasil dari verifikasi Kota Pasuruan masih ada sekitar 890 KK yang masuk krmiskinan ekstrem yang merupakan kemiskinan yang obsolut bahwa masyarakat tidak bisa mencukupi kebutuhan dasar sendiri,” katanya.
Presiden RI bapak Joko Widodo menegaskan bahwa birokrasi ini adalah bukan tumpukan kertas, birokrasi harus langsung berdampak, dan birokrasi harus cepat dan lincah.
“Program pemerintah indikatornya bukan dari sisi hulu bagaimana pengadministrasi tapi apa yang bisa dirasakan masyarakat langsung indikatornya jelas dihilirnya berapa tingkat kemiskinan bisa diatasi pemerintah, berapa permasalahan stunting bisa diatasi pemerintah bagaimana penanganan inflasi ditengah mendekati hari raya idul fitri hal hal yang berdampak langsung ini menjadi paradigma pemerintah dalam perencanaan pembangunannya maka pemerintah tidak bisa bekerja sendiri butuh kolaborasi, dan sinergi,” terangnya.
Kegiatan diakhiri dengan penyerahan bantuan kepada 75 mustahiq dan pembagian 1.000 paket takjil kepada masyarakat.
Hadir dalam kegiatan Wakil Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo, S.Tp, M.Si (Mas Adi), pimpinan Muhammadiyah Kota Pasuruan, Ketua Lazismu, Keluarga besar Muhamadiyah, pengurus Aisyah dan diikuti Yatim Piatu dan Disabilitas yang ada di Kota Pasuruan. (ajo/ian).

















