Trenggalek, Kabarpas.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Wening Trenggalek melalui program corporate social responsibility (CSR) akan meluncurkan paket yang berbentuk “Air Kran Siap Minum” untuk masyarakat Trenggalek atau masyarakat manapun yang memasuki wilayah Trenggalek. Demikian disampaikan oleh Direktur Perumda Air Minum Tirta Wening Trenggalek, Sudarmono kepada Kabarpas.com, Senin (5/6/2023) siang.
Sudarmono mengatakan, jumlah akan menyebar dibeberapa titik, antara lain arel Pasar PON, RSUD dr.Soedomo dan Alun – alun.
“Unit – unitnya seperti ATM yang ada bilik kacanya.Orang – orang nanti tinggal datang ke bilik pakai botol untuk mengambil air bersih tersebut, ” ucapnya.
Disampaikan Sudarmono, salah satu tujuan penyedian air siap minum ini adalah untuk menyehatkan masyatakat dan meningkatkan kepedulian kepada lingkungan tentang sampah plastik yang bisa mengganggu kesuburan tanah dan keindahan lingkungan.
“Dengan air kran siap minum, masyarakat bisa langsung membawa botol dari rumah, sehingga tidak menimbulkan bekas plastik air kemasan yang berceceran,” imbuhnya.
Dia menyebut, penentuan tiga titik tersebut merupakan hasil konsultasi dengan bagian Perekonomian selaku pembimbing di Perumda Air Minum Tirta Wening.” Dari rapat pertama ada masukan skala prioritasnya di tiga tempat tersebut,” tukasnya.
Dia menjelaskan, Perumda Air Minum Tirta Wening adalah produk air sehat, maka sebagai amanat undang – undang kita harus menyediakan air bersih bagi masyarakat.
“Air yang diberikan nantinya sudah terolah secara stiril dam dijamin kualitasnya.Air diolah dengan teknologi modern,” tandasnya.
Dia menegaskan, jenis air yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat tersebut ada yang air biasa atau dingin dan ada juga yang panas.” Untuk air yang panas bisa dimanfaatkan untuk membuat kopi, teh dan lain – lain, ” ungkapnya.
Terkait air kran siap minum, masih lanjut dia, sudah terbiasa di negara – negara maju.Kalau di dalam negeri seperti halnya di Candi Borobudur Jogjakarta.
” Kami akan mencoba menggandeng standarisasi yang ada di Candi Borobudur yang sudah menjadi ikon dunia, ” tutupnya. (ags/ian).

















