Blitar, Kabarpas.com – Ribuan warga Kabupaten Blitar dinyatakan mengalami obesitas atau kelebihan berat badan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) ada 214.678 orang yang tercatat dalam data screening di aplikasi sehat (ASIK) selama periode bulan Januari-Juni 2023. Dari jumlah tersebut, sebanyak 41.653 orang atau sekitar 24,7 persen dinyatakan mengalami obesitas.
Subko Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kabupaten Blitar, Hyndra Satria mengatakan, usia penderita obesitas cukup bervariasi, namun didominasi usia produktif yakni antara 15-35 tahun. Salah satu penyebab, ribuan orang itu mengalami obesitas karena menjalani pola hidup kurang teratur, mengkonsumsi makanan tidak sehat seperti junk food, faktor genetik, dan tidak rutin melakukan olahraga.
“Data ini akan terus kami update, bisa bertambah dan berkurang. Usia masyarakat yang mengalami obesitas itu bervariasi dan lebih didominasi usia produktif sekitar 15-35 tahun,” kata dia.
Hyndra juga menyampaikan, jumlah masyarakat yang mengalami obesitas selama periode bulan Januari-Juni 2023 meningkat 5 persen, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dimana, obesitas dapat diketahui lebih mudah, yakni dengan cara mengukur lingkar perut, di atas 90 cm untuk laki-laki dan 80 cm untuk perempuan.
“Kalau dibandingkan tahun lalu, jumlah warga Kabupaten Blitar yang obesitas selama setengah tahun ini meningkat 5 persen. Sekarang itu kan cukup mudah dengan cara mengukur lingkar perut, laki laki diatas 90 cm dan perempuan 80 cm,” ujarnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, penyebab tingginya angka warga yang mengalami obesitas itu dikarenakan minimnya kesadaran diri untuk mengontrol kondisi kesehatan di Fasilitas Kesehatan. Padahal, saat ini di Kabupaten Blitar layanan untuk konsultasi kesehatan termasuk gizi dan penanganan obesitas disediakan secara gratis. (bay/gus).

















