Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Terkini · 2 Agu 2023

TP PKK Trenggalek Berhasil Turunkan Angka Perkawinan Dini Jadi 2,1 Persen


					Ft: Suasana Giat Workshop Cegah Perkawinan Anak (Cepak)/ ft: Dok. Diskominfo Kabupaten Trenggakek). Perbesar

Ft: Suasana Giat Workshop Cegah Perkawinan Anak (Cepak)/ ft: Dok. Diskominfo Kabupaten Trenggakek).

Trenggalek, Kabarpas.com – Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek berhasil menekan angka perkawinan yang cukup signifikan. Pada tahun 2021 menyentuh angka 7,6 persen, tahun 2022 menjadi 3,8 persen dan pada semester 1 tahun 2023 turun 2,1 persen.

Dengan keberhasilan menekan angka perkawinan dini tersebut, TP PKK Provinsi Jawa Timur memilih Kabupaten Trenggalek sebagai rumah rujukan belajar praktik.

Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, S.E, M.E mengatakan, seluruh kader yang ada di Trenggalek terus bergerak membangun komitmen sampai pada tingkat dasa wisma demi mewujudkan Desa Nol Perkawinan Anak. Salah satunya dengan menggelar kampanye di elemen organisasi masyarakat, forum perempuan, forum anak serta forum desa dan kabupaten.

Novita menegaskan jika pencegahan perkawinan anak mrnjadi tanggungjawab bersama.

“Cegah perkawinan anak sendiri merupakan komitmen bersama antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, tokoh agama, pengadilan agama dan beberapa pihak terkait lainnya. Semua sepakat untuk membuat SOP perkawinan anak usia dini,” ucapnya.

Novita menyampaikan, salah satu tujuan pencegahan perkawinan dini adalah memberikan perlindungan kepada anak. “Kalau dulu cegah perkawinan anak ini, masyarakat merasa dihalang – halangi, namun sekarang tidak, karena para orang tua sudah banyak yang sadar jika undang – undang perkawinan anak – anak telah menetapkan batas usia minimal, yakni 19 tahun, ” tegasnya.

Selanjutnya, dia menuturkan, untuk menunjang hal tersebut Pemkab telah membentuk pusat pembelajaran keluarga yang berfungsi memberikan edukasi pola pengasuhan yang benar dan sebagainya.

Di Trenggalek, setiap anak yang mau menikah dengan alasan apapun wajib dilakukan assesment oleh Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang diasuh oleh psikolog dari Dinas Sosial.

Ditambahkan dia, kemudian kepala desa boleh mengeluarkan N1 kalau sudah ada rekomendasi dari Puspaga. Upaya ini sangat efisien untuk mencegah perkawinan dini.

“Kabupaten Trenggalek dipilih menceritakan best practice terkait apa saja yang telah dilakukan untuk menekan angka perkawinan dini, ” tandasnya.

Dituturkannya, TP PKK Kabupaten Trenggalek mencerikannya beberapa inovasi dan langkah strategis. Tidak hanya saat ini, tapi sejak tahun 2019.

“Issue perkawinan dini kuncinya hanya satu, yaitu ilmu pengetahuan. Saya adalah salah satu anak yang dipaksa oleh orang tua untuk menikah guna mengangkat derajat ekonomi keluarga,” tutupnya (ags/gus).

Artikel ini telah dibaca 40 kali

Baca Lainnya

IPNU-IPPNU Kota Pasuruan Ajak Gen Z Merawat Tradisi Lewat Seni dan Kreativitas

31 Oktober 2026 - 23:24

MPM Honda Jatim Perkuat Keberlanjutan Usaha Bengkel Difabel melalui Pendampingan Berkelanjutan

31 Oktober 2026 - 22:18

Muscab IKAPMII Jember Tetapkan Hairul Syapril Sholeh sebagai Ketua Umum 

31 Oktober 2026 - 22:06

Ringankan Ekonomi Warga, Bunga Desaku Dikebut hingga Akhir 2026 untuk Kendalikan Inflasi Jelang Nataru

31 Oktober 2026 - 22:03

Dilarang Minta Uang! Jelang Parkir Berlangganan Berlaku, Dishub dan Komisi C DPRD Jember Kumpulkan Juru Parkir

31 Oktober 2026 - 14:40

Gandeng Kabarpas, Bawaslu Pasuruan Dorong Partisipasi Warga Awasi Pemilu

31 Oktober 2026 - 09:07

Trending di Berita Pasuruan