Blitar, Kabarpas.com – Jumlah kasus lumpy skin disease (LSD) atau penyakit kulit pada sapi di Kota Blitar mengalami peningkatan. Menurut data yang dirilis oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, tercatat sebanyak 70 laporan kasus LSD pada sapi hingga akhir Juli 2023.
Plt Kepala DKPP Kota Blitar, Dewi Masitoh, mengungkapkan bahwa 70 ekor sapi telah dilaporkan terkena LSD berdasarkan data dari Siknas (Sistem Informasi Kesehatan Nasional). Dia juga menambahkan bahwa dari 70 ekor sapi tersebut, hanya sekitar 20 persen yang telah sembuh.
Proses penyembuhan LSD pada sapi memang memakan waktu yang cukup lama, sehingga sebagian besar sapi yang terkena masih dalam proses karantina di kandang peternak masing-masing. DKPP terus melakukan pengawasan terhadap sapi-sapi yang sedang dalam proses penyembuhan tersebut.
Dalam hal ini, DKPP mengimbau kepada para peternak untuk tidak memperjualbelikan sapi-sapi yang terkena LSD, setidaknya sementara waktu. Upaya vaksinasi juga terus dilakukan oleh DKPP untuk mencegah penularan penyakit ini pada sapi-sapi di Kota Blitar.
Tak hanya itu, DKPP juga mengingatkan para peternak untuk menjaga kebersihan kandang dengan baik guna mencegah penularan LSD pada sapi lainnya. Kebersihan kandang yang baik menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah penyebaran penyakit ini.
Dengan adanya peningkatan jumlah kasus LSD pada sapi di Kota Blitar, DKPP berharap agar semua pihak dapat bekerja sama dalam mengatasi masalah ini.
“Diharapkan bahwa melalui upaya-upaya kami ini maupun upaya yang dilakukan para peternak, kasus LSD pada sapi di Kota Blitar dapat segera ditekan dan berangsur-angsur berkurang,” tutupnya. (bay/gus).

















