Blitar, Kabarpas.com – Belum cairnya anggaran untuk ongkos jahit, menjadi penyebab pembagian kain seragam gratis untuk siswa tingkat SD dan SMP di Kota Blitar molor dari jadwal yang sudah ditentukan. Awalnya, Pemkot berencana membagikan kain seragam gratis pada awal bulan Juli atau tahun ajaran baru 2023/2024, tetapi hingga Agustus 2023 kain seragam gratis belum juga dibagikan.
Totalnya ada 4.006 siswa yang berhak menerima kain seragam gratis, terdiri dari
2263 siswa SD dan 1743 murid SMP. Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Blitar Samsul Hadi mengatakan, saat ini kain seragam gratis sudah siap dan tinggal menunggu pencairan anggaran ongkos jahit, karena nanti akan diberikan secara bersamaan dan secara cash.
“Saat ini, kami tengah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk mempercepat proses pencairan ongkos jahit segaram,” kata Samsul, Jumat (04/08/2023).
Ia menjelaskan, ongkos jahit yang diberikan kepada masing masing siswa berbeda, atau disesuaikan dengan tingkatannya. Ongkos jahit untuk kain seragam SD sebesar Rp100 ribu sementara untuk tingkatan SMP adalah Rp110 ribu dan masing masing siswa mendapat tiga setel kain seragam gratis.
“Belum dibagikannya kain seragam gratis ini, bukan berarti kami meminta mereka beli seragam baru, itu tidak. Kami dari Dindik menyarankan agar pakai baju atau seragam yang lama sambil menunggu pembagian kain seragam baru,” jelas dia.
Samsul Hadi berharap, proses pencairan anggaran untuk ongkos jahit bisa rampung pada bulan ini, sehingga pembagian kain seragam gratis beserta ongkos jahit bisa didistribusikan pada bulan Agustus ini. (bay/gus).

















