Blitar, Kabarpas.com – Jumlah sampah di Kabupaten Blitar yang mencapai 500 ton per harinya, akan membuat kapasitas di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akan penuh.
Bahkan, jumlah volume sampah terus tinggi akan membuat TPA akan overload dalam kurun waktu dua tahun kedepan. Apalagi di Kabupaten Blitar hanya ada tiga TPA yakni dua TPA besar di Tegalsari Wlingi dan Kendalrejo Srengat, serta satu TPA kecil di Pagerwojo Kesamben.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blitar Achmad Cholik mengatakan, keberadaan tiga TPA itu
daya tampung sampahnya per hari mencapai 200 ton. Kondisi ini membuat DLH kewalahan, karena mengalami keterbatasan anggaran dan tidak bisa membangun TPA baru.
“Soal pembangunan TPA kita belum bisa karena terbatas anggarannya. Saat ini, soal rencana itu masih tergantung dari Pemprov Jawa Timur. Karen, Pemprov Jatim berencana akan membangun sebuah TPA regional untuk pengelolaan sampah wilayah kota dan kabupaten Blitar. Ya kami berharap, TPA regional ini bisa terealisasi agar bisa menambah daya tampung sampah di Blitar,” kata dia, Rabu (16/08/2023).
Menurut Achmad Cholik, ada dua lokasi pembanguan TPA regional yakni di Kaulon atau Sanankulon Kabupaten Blitar. Terkait dengan hal itu, DLH masih menunggu proses dan perencanaan pembangunan TPA yang akan dibangun di kaulon Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Jika nantinya pemerintah Jawa Timur akan membangun TPA regional di Kaulon Kecamatan Sutojayan kabupaten Blitar, maka Pemkab tidak akan membangun satu TPA.
“Kita akan memanfaatkan TPA regional itu, jadi anggaran yang sudah tersusun untuk pembangunan TPA akan dialihkan untuk yang lain,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menambahkan, saat ini DLH juga sedang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kepedulian dan penanganan sekaligus pengelolaan sampah secara mandiri. Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi atas permasalahan sampah yang saat ini memang Tengah jadi problematika di wilayah Kabupaten Blitar. (bay/gus).

















