Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Probolinggo · 19 Okt 2024

Dinkes Lakukan Deteksi Dini Penyebaran Penyakit Filariasis


Dinkes Lakukan Deteksi Dini Penyebaran Penyakit Filariasis Perbesar

Probolinggo, Kabarpas.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan deteksi dini filariasis dengan tujuan mengidentifikasi dan mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan oleh cacing mikrofilaria.

Kegiatan yang dipimpin oleh Pengelola Program Zoonosis dan Kecacingan Kabupaten Probolinggo Sulistiani Trisnoharini ini dilakukan di Desa Asembakor Kecamatan Kraksaan.

Deteksi dini berupa pengambilan sampel darah dari 40 orang di setiap lokasi ini dilakukan pada malam hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 03.00 WIB dini hari. Waktu tersebut dipilih karena cacing mikrofilaria baru muncul di peredaran darah pada jam-jam tersebut.

“Di luar waktu itu, cacing biasanya masuk ke organ-organ tubuh seperti hati dan ginjal, sehingga tidak dapat terdeteksi,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Hariawan Dwi Tamtomo melalui Pengelola Program Zoonosis dan Kecacingan Kabupaten Probolinggo Sulistiani Trisnoharini.

Menurut Yeni, panggilan akrab Sulistiani Trisnoharini, pengambilan 40 orang per lokasi ini dilakukan berdasarkan radius penyebaran nyamuk yang dapat menjangkau hingga 100 meter dari lokasi penderita.

“Kami mengambil sampel 40 orang di sekitar rumah penderita untuk mencegah penularan lebih lanjut. Pengambilan sampel dilakukan dengan mempertimbangkan bahwa cacing mikrofilaria dapat menular melalui nyamuk sebagai vektor,” jelasnya.

Yeni menerangkan kegiatan deteksi dini ini melibatkan berbagai pihak, termasuk pihak kecamatan dan tenaga kesehatan. Antusiasme masyarakat terlihat jelas, dengan banyak yang hadir tanpa keluhan.

“Filariasis atau yang sering disebut dengan kaki gajah dapat menyebabkan pembesaran anggota tubuh yang signifikan yang dapat mengganggu aktivitas penderita. Kami berkomitmen untuk terus memantau dan mencegah penularan lebih lanjut,” terangnya.

Lebih lanjut Yeni menjelaskan filariasis merupakan penyakit menular menahun yang disebabkan oleh parasite cacing filaria. Penyakit ini ditularkan oleh nyamuk. Filariasis tidak mematikan, tetapi menyebabkan cacat sehingga seringkali terabaikan.

“Kami terus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pemeriksaan kesehatan. Kami berharap deteksi dini ini dapat mencegah kasus baru dan meningkatkan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (len/ari).

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Viral Oknum Polisi Tantang Duel Warga, Polres Probolinggo Gercep Tangani Kasus Ini

14 Oktober 2026 - 23:21

DPRD Kabupaten Probolinggo Sampaikan Empat Naskah Raperda Inisiatif  

14 Oktober 2026 - 23:14

Honda Vario Evo 160 Hadir di Malang dan Lawang, Saatnya Rasakan Langsung Sensasi Berkendaranya

14 Oktober 2026 - 23:10

Ketika Kebijakan Menjadi Sumber Stres: Kesalahan Pemerintah Membaca Persoalan Publik

14 Oktober 2026 - 15:47

Melesat di Tengah Persaingan Ketat, Bintang dan Resky Naik Podium Moto4 Asia Cup

14 Oktober 2026 - 08:29

Gelar Reses Bersama Misbakhun, Golkar Kota Pasuruan Perkuat Konsolidasi dan Soliditas Kader

14 Oktober 2026 - 06:30

Trending di Berita Pasuruan