Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Advertorial · 14 Nov 2024

Komisi II DPRD Trenggalek Ingatkan OPD Cermat dalam Penganggaran Kegiatan 


Komisi II DPRD Trenggalek Ingatkan OPD Cermat dalam Penganggaran Kegiatan  Perbesar

Trenggalek, kabarpas.com – Komisi II DPRD Kabupaten Trenggalek mengingatkan kepada semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra lebih cermat dalam menganggarkan sebuah kegiatan. Pasalnya, dana transfer untuk Kabupaten Trenggalek turun. Tak terkecuali Dana Alokasi Khusus (DAK).

“Hampir semua dana dari pusat turun di tahun 2025. Seakan-akan Trenggalek tidak ada kepercayaan. Entah ndak tahu sebabnya, “kata Mugianto, ketua Komisi II DPRD setempat.

Mugianto meminta kepada semua OPD mitra untuk cermat dan efisien dalam membuat Rencana Kerja Anggaran (RKA) agar tidak habis hanya untuk operasional. “Banyak hal yang harus kita kerjakan. PR Pemkab masih banyak. Misalnya pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan, dan gedung-gedung sekolah masih jauh dari harapan, “ucapnya.

Kang Obeng sapaan dia menyebut, Pemkab harus cermat, hati-hati dalam memanfaatkan anggaran yang sudah ada, yakni Rp 1,8 triliun.

“Belanja pegawai kita cukup tinggi hampir Rp 1,5 trilyun. Jadi harus cermat dalam menentukan skala prioritas, “imbuhnya.

Politisi senior Demokrat ini menyampaikan, dalam pembuatan dokumen ada OPD yang pinter dalam menggunakan alokasi anggaran. Sebut saja Dinas Perikan dan Kelautan.

“Dalam membuat rencana dokumen-dokumen rutin kantor dan skretariat itu lebih efektif dan efisien dibanding OPD lain. Alokasi anggrannya berbeda jauh. Kenapa di Dinas Perikanan dan Kelautan bisa di dinas lain tidak, “tukasnya.

Dia juga menegaskan, untuk kegiatan seperti mamin, honor, lembur itu harus ditekan se efektif mungkin. “Kalau bisa dikerjakan saat jam efektif mengapa harus dikerjakan lembur, karena itu ada anggrannya. Ayolah kita bekerja sebaik mungkin, jangan memanfaatkan kondisi yang terbiasa, “tandasnya.

Dengan kondisi anggaran kita seperti sekarang ini, lanjut dia, belanja kepada rakyat kita bisa membayangkan sangat kecil sekali. “Sekali lagi, belanja operasional itu yang meliputi belanja pegawai, barang dan jasa harus ditekan. Belanja pegawai bisa ditekan di honor-honor kegiatan, lembur dan mamin, “tutupnya. (ADV).

Artikel ini telah dibaca 93 kali

Baca Lainnya

Antara Toga dan Dunia Kerja

21 Juni 2026 - 10:20

Ribuan Warga Padati Saksikan Road to Kilau Raya MNCTV, Semarakkan HUT ke-108 Kota Mojokerto

21 Juni 2026 - 08:05

Suara Kecil dari Aksi FMJM Jember: Guru, Emak-emak, hingga Supplier Telur Ceritakan Harapan dari MBG 

20 Juni 2026 - 13:49

Long March 10 Ribu Warga Jember Dukung MBG, Minta Pemerintah Perbaiki Tata Kelola Bukan Hentikan Program 

20 Juni 2026 - 13:47

HUT ke-108 Kota Mojokerto Berlangsung Meriah, SDM Modal Utama Jadi Fokus Pembangunan

20 Juni 2026 - 12:55

Bukan Demo Biasa, Ahmad Halim Mendadak Jadi Rebutan Tanda Tangan Emak-emak di Gedung DPRD Jember 

20 Juni 2026 - 12:19

Trending di KABAR NUSANTARA