Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 28 Agu 2025

Dana Pusat ke Daerah Dipangkas, Bupati Fawait Pastikan Tidak Ada Kenaikan Pajak di Jember


Dana Pusat ke Daerah Dipangkas, Bupati Fawait Pastikan Tidak Ada Kenaikan Pajak di Jember Perbesar

Kamis, 28 Agustus 2025 – 20.14 | 650 kali dilihat

 

Jember, Kabarpas.com – Isu pemangkasan dana transfer pusat ke daerah (TKD) menghantui sejumlah kabupaten/kota. Pengurangan dana segar tersebut tentu akan berdampak terhadap ketahan fiskal daerah.

Akibatnya, banyak pemerintah daerah kesulitan mengalokasikan anggaran sehingga salah satu opsi untuk mengatasi itu yakni dengan cara menaikkan pajak rakyat.

Namun, tidak untuk Kabupaten Jember yang kini di bawah kepemimpinan Bupati Muhammad Fawait. Dia berkomitmen, tidak akan menaikkan pajak yang justru akan membebani masyarakat.

“Tidak pernah saya menandatangani keputusan apa pun terkait kenaikan pajak, sehingga pajak apa pun di Kabupaten Jember mulai saya menjabat bupati sampai hari ini tidak ada kenaikan apa pun. Contoh pajak retribusi pasar, dan denda pajak lainnya sudah kita hapuskan. Sehingga saya pastikan tidak akan ada kenaikan pajak di era saya memimpin,” tegasnya, dalam acara Pro Gus’e Update di Jl. Sudarman, Kamis (28/8/2025) sore.

Perlu diketahui, Pemkab Jember sebelumnya telah menjalankan program penghapusan denda pajak yang dimulai pada bulan Mei sampai Agustus 2025. Rencananya, program tersebut akan diperpanjang sampai akhir Desember 2025.

Bupati Fawait mengaku tidak khawatir meski TKD dari pusat dikurangi. Sebab, pemerintah pusat masih memiliki bantuan lainnya yang bisa diunduh oleh pemerintah daerah.

“Kita tahu ada pengurangan dana transfer ke daerah, kami tidak pernah khawatir karena itu kebijakan pusat, dan pemerintah pusat memberikan kebijakan yang lain. Boleh tranfernya (TKD) dikurangi, tapi bantuan presidennya ditingkatkan. Kita akan mendapatkan program bantuan presiden di tahun 2026,” ujarnya.

Bantuan tersebut meliputi, pembangunan infrastruktur dan lain sebagainya. Di antaranya, pembangunan flyover Mangli, pelebaran jalan Mangli-Tanggul yang kemungkinan juga direalisasikan, termasuk pembangunan jalan di beberapa titik.

“DAK pembangunan sekolah, dan bantuan presiden untuk pembangunan sekolah kita juga dapat,” imbuh bupati.

Lebih jauh, Bupati Fawait menyadari peran penting sektor pajak dalam kemandirian fiskal yang menjadi fondasi sebuah pembangunan. Kendati demikian, mencapai kemandirian fiskal menurutnya tidak hanya dari pajak.

Di momen inilah kata bupati, kelihaian seorang pemimpin akan terlihat. Saat pajak tidak mengalami kenaikan, harus ada sektor lain yang digenjot oleh pemerintah.

“Tidak perlu khawatir, komitmen kami bisa mencapai kemandirian fiskal caranya dengan menarik investor sebanyak-banyaknya. Kita akan permudah izin, dan kita akan tata penempatan lokasi usahanya. Investasi di Jember harus tumbuh, maka salah satu upaya kita hidupkan bandara yang selain untuk wisata, kita juga ingin menarik investor,” tegasnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 54 kali

Baca Lainnya

ADV Mystery Ride, 30 Bikers Eksplorasi Gunung Kawi Bersama Honda ADV 160

30 September 2026 - 06:36

MPM Honda Jatim Perkuat Kesiapsiagaan Karyawan melalui Pelatihan Emergency Response Team di Gudang Unit Malang

30 September 2026 - 06:33

Temui Bupati Fawait, Komisi D DPRD Jatim Bawa Kabar Perbaikan Jalan Provinsi Jember

29 September 2026 - 23:50

Di Balik Rp187,4 Miliar Revitalisasi Sekolah di Jember, Ada Ribuan Pekerja yang Kebagian Rezeki

29 September 2026 - 23:47

Baret Rescue Turunkan Tangki Air untuk Warga Jember yang Kekurangan Air Bersih

29 September 2026 - 14:04

Stylo Sound Ride #TunjukkanStyleLoNyanyi, Padukan Musik dan Gaya Retro Honda Stylo 160 di Jember

29 September 2026 - 14:00

Trending di Kabar Otomotif