Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 22 Nov 2025

Bangun Generasi Cerdas, Bupati Fawait Ajak Siswa Kencong Kuasai Literasi dan Pahami Kesehatan Reproduksi


Bangun Generasi Cerdas, Bupati Fawait Ajak Siswa Kencong Kuasai Literasi dan Pahami Kesehatan Reproduksi Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Program Bunga Desaku di Kecamatan Kencong memasuki hari kedua dengan agenda kunjungan Bupati Jember Gus Fawait ke SMPN 1 Kencong, Sabtu (22/11/2025). Dalam Apel Siswa bertema Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Stunting, bupati menyampaikan sejumlah pesan yang menyentuh dua isu besar yaitu penguatan literasi di sekolah dan upaya jangka panjang menekan angka stunting, AKI, serta AKB di Jember.

Sejak pagi, halaman sekolah telah dipenuhi siswa, guru, dan tenaga pendidik. Begitu tiba, Bupati langsung berinteraksi dengan para guru yang memperkenalkan diri sebagai komunitas penggerak gerakan menulis. Respons bupati pun langsung mengalir hangat.

“Saya bahagia hari ini melihat ada komunitas guru yang mengkampanyekan senang menulis. Guru saya dulu mengatakan bahwa kalau ingin sukses, kita harus banyak membaca dan menulis. Itu masih saya pegang sampai sekarang,” ucapnya.

Ia menegaskan, Pemkab Jember akan memberikan dukungan penuh bagi para guru dan masyarakat yang memiliki minat di bidang literasi, penulisan karya, maupun aktivitas kreatif lain. Menurutnya, investasi SDM tidak cukup dengan membangun fasilitas, tetapi harus dimulai dari penguatan budaya membaca dan menulis.

Namun fokus kunjungan tidak berhenti pada literasi. Dalam sesi berikutnya, Gus Fawait mengangkat isu yang menjadi prioritas pembangunan manusia di Jember yaitu tingginya angka stunting dan kematian ibu dan bayi. Ia menyampaikan hasil konsultasinya dengan dokter kandungan dan dokter anak, yang menunjukkan salah satu faktor pemicu utama adalah kehamilan di bawah usia 21 tahun.

“Acara hari ini menjadi ruang bagi kami untuk turun langsung ke sekolah, memberikan kiat belajar, sosialisasi beasiswa, sekaligus mengingatkan bahwa jika kelak menikah dan memiliki anak, usia idealnya adalah 21 sampai 35 tahun,” jelasnya.

Langkah ini, katanya, merupakan bagian dari strategi panjang untuk menurunkan stunting serta AKI dan AKB.

Kegiatan di SMPN 1 Kencong ini menegaskan bahwa Bunga Desaku bukan sekadar kegiatan seremonial atau kunjungan rutin. Program ini menjadi jalur langsung pemerintah untuk memberikan edukasi, menyerap aspirasi, dan menyentuh aspek-aspek pembangunan manusia yang jarang terjangkau dalam pertemuan formal.

Dengan pendekatan yang menyentuh generasi muda, Pemkab Jember berharap pesan literasi dan kesehatan reproduksi dapat tertanam lebih awal, menjadi bekal penting bagi masa depan mereka dan bagi kualitas keluarga di Jember ke depan. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 31 kali

Baca Lainnya

Kirab Budaya Mojo Bangkit berlangsung Spektakuler, Menjadi Rangkaian HUT ke-108 Kota Mojokerto

29 Juni 2026 - 06:15

Disnaker Kabupaten Probolinggo Perkuat Layanan Kerja Inklusif Bagi Penyandang Disabilitas

29 Juni 2026 - 05:59

Raih Podium Perdana, Valrossi dan CRF250R Melesat di Kejurnas Motocross Bekasi

29 Juni 2026 - 05:44

Fawait Dorong Peran Guru Ngaji dalam Penguatan Karakter Warga Jember

28 Juni 2026 - 16:21

PDI Perjuangan Trenggalek Gelar Pendidikan Politik dan Pembekalan ‘Public Speaking’ Kader Perempuan

28 Juni 2026 - 14:39

Membangun Ekosistem Bisnis, Menguatkan UMKM Jawa Timur: Babak Baru Mie Mapan di Usia Ke-34

28 Juni 2026 - 13:43

Trending di KABAR NUSANTARA