Trenggalek, Kabarpas.com – DPC PDI Perjuangan Trenggalek menggelar pendidikan politik dan pembekalan kader perempuan yang bertajuk ‘Pelatihan Perempuan Penggerak Akar Rumput’ di kantor DPC setempat, Minggu 28 Juni 2026.
Kegiatan ini dibuka oleh Sekrertaris DPC PDI Perjuangan Trenggalek, Doding Rahmadi beserta jajarannya. Hadir sebagai pembicara Berdit Zanza Bela.
Doding sapaan dia mengatakan, kader perempuan bisa menjadi motor penggerak partai karena memiliki mental lebih kuat dari kaum lelaki. Sehingga untuk perlu kiranya untuk dibekali public speaking saat bersentuhan langsung dengan masyarakat.
“Hari ini kita melakukan kegiatan pendidikan politik untuk kader-kader perempuan. Salah satunya adalah pembekalan public speaking agar saat berjuang di lapangan melayani masyarakat speaking bisa lebih baik,” ucapnya.
Pendidikan politik untuk kader perempuan merupakan rangkaian dari kegiatan bulan Bung Karno pada bulan Juni. Ada tiga tahapan kegiatan bulan Bung Karno. Pertama, peringatan Hari Pancasila 1Juni. Kedua, peringatan kelahiran Bung Karno pada 6 Juni
“Sedangkan yang ketiga peringatan wafatnya Bung Karno pada 21Juni,” tuturnya.
Doding menyebut, di bulan Juni itu ada beberapa kegiatan yang dilakukan, antara lain sarasehan, diklat, serta festival kegiatan seni jaranan. “Jadi itu kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam bulan Bung Karno,” ungkapnya.
Ketika disinggung soal pemanasan mesin politik, orang nomor satu DPRD Kabupaten Trenggalek, menegaskan jika kegiatan pendidikan politik lebih ditekankan pada optimalisasi kader PDI Perjuangan dalam hal melayani masyarakat.
“Kita fokus pada pelayanan kepada masyarakat, belum kearah elektorat. Kita ingin peningkatan sumber daya kader-kader perempuan saat melayani masyarakat,” tandasnya.
Kader-kader perempuan tersebut diharapkan bisa luwes dalam berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga proses perjuangannya bisa maksimal dan diterima oleh masyarakat.
“Sekali lagi kita tidak ingin bicara soal elektoral terlebih dahulu, namun bagaimana kinerja kader perempuan bisa lebih maksimal,” tegasnya.
Ia menyampaikan, PDI Perjuangan itu memiliki kader-kader perempuan ditingkat DPC dan PAC, dan sekarang hadir semua pada acara pendidikan politik. Misalnya jajaran pengurus perempuan, badan dari komite perempuan, badan dari sayap-sayap laim yang perempuan, dan pengurus perempuan tingkat kecamatan sejumlah 100 orang.
“Secara umum kader-kader PDI Perjuangan harus bisa hadir di tengah masyarakat. Contohnya dalam hal advokasi. Kalau perempuan urusan soal stunting, lansia, UMKM dan lain sebagainya. Endingnya kita bisa lebih maksimal hadir di tengah hiruk-pikuk masyarakat,” tutupnya (gus/ian).

















