Reporter : Moch Wildanov
Editor : Diaz Octa
Probolinggo, Kabarpas.com – Naas, sebuah kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang pengendara motor di Jalur Pantura, Desa Cura Sawo, Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo, ternyata berkaitan dengan kasus begal angkot di Sidoarjo.
Peristiwa tersebut berawal saat sebuah angkot melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat ke timur di Jalur Pantura Probolinggo. Diduga pengemudi angkot merasa ketakutan karena melihat polisi yang sedang patroli. Karena kecepatan terlalu tinggi, pengemudi tidak dapat mengendalikan kemudi hingga akhirnya terguling beberapa kali dan menghantam pengendara motor dari arah berlawanan.
Mengetahui kecelakaan tersebut, petugas patroli langsung melakukan evakuasi korban dan olah tkp.
Naas, pengendara motor bernama Muhasin, warga Pendil, Kecamatan Banyuanyar tewas di tkp. Sedangkan, seorang penumpang angkot yang merupakan pelaku begal, kondisinya kritis dan langsung dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Sementara 3 kawanan begal masih dalam pencarian.
Bertepatan dengan peristiwa naas tersebut, Mapolsek Dringu mendapat laporan adanya kasus begal yamg dialami Subi (65), warga Kaliomlor, Surabaya. Subi menjelaskan bahwa, saat dirinya mangkal di Sidoarjo, ada 4 orang yang menyewa untuk diantar ke Probolinggo dengan biaya 300 ribu rupiah. Setibanya di Kecamatan Dringu, Subi disekap dan dibuang di area persawahan.
Sesuai koordinasi pihak kepolisian, ternyata angkot naas tersebut memang angkot hasil kejahatan. Hingga kini kasus tersebut masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polres Probolinggo.
“Hanya berawal dari atensi Kapolres. Untuk antisipasi begal, satlantas menggelar patroli di Jalur Pantura siang – malam – hingga dini hari. Mungkin pengemudi merasa salah dan takut. Kecelakaan ini kita serahkan ke unit reskrim,” ujar AKP Ega Prayudi, Kasat Lantas Polres Probolinggo. (wil/diz).

















