Kraksaan (Kabarpas.com) – Penggurus Cabang (PC) Ansor Kabupaten Probolinggo merasa keberatan atas statement dan pemberitaan di sejumlah media massa, baik cetak maupun elektronik terkait sebutan bagi pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang disebut santri.
“Kami menilai bahwa label santri tidak mudah untuk disematkan kepada siapapun. Sebab santri itu adalah sebutan mulia untuk mereka yang sedang mencari ilmu dan mengamalkan ilmunya. Serta berkepribadian yang baik sesuai agama dan menjadi uswah hasanah bagi mereka yang bukan santri,” ujar Muchlis, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo kepada Kabarpas.com, Selasa (04/10/2016).
Menurutnya, santri adalah mereka yang menjunjung tinggi martabat dan harkat keilmuannya dan mengamalkan khazanah ke Islaman sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW. Untuk itulah, pihaknya menghimbau kepada semua pihak baik media atau siapapun untuk berhenti menggunakan kata santri bagi para pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi.
“Kami minta untuk semua pihak agar tidak dengan mudah memberikan sebutan santri, tanpa ada dasar yang jelas. Karena santri sejatinya mereka yang menjunjung tinggi martabat dan harkat keilmuannya dan mengamalkan khazanah ke Islaman sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW,” pungkasnya. (sam/gus).












