Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 23 Jan 2020

Antisipasi Aliran Radikal, Kemenag RI Perketat Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah


Antisipasi Aliran Radikal, Kemenag RI Perketat Seleksi Calon Mahasiswa ke Timur Tengah Perbesar

Reporter: Alip Nuryanto

Editor: Agus Haryanto

 

Jakarta, Kabarpas.com – Animo masyarakat Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi ke negara Timur Tengah cukup tinggi. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan jumlah pendaftar yang terjadi setiap tahun. Dalam rangka menghadapi pelaksanaan seleksi calon mahasiswa S1 ke Timur Tengah tahun 2020 Direktorat Pendidikan Tinggi Keagaman Islam menggelar rapat koordinasi bersama dengan perwakilan Pusat Bahasa PTKIN dan Organisasi International Alumni Al-Azhar (OIAA), di Ruang Sidang lantai 8 Kementerian Agama RI.

Direktur PTKI Arskal Salim menyambut baik pertemuan ini dalam rangka untuk persiapan seleksi calon mahasiswa baru ke Timur Tengah.

“Persiapan ini untuk memastikan bahwa proses seleksi baik tulis dan wawancara dapat dilaksanakan dengan baik,” jelas Arskal.

Pada kesempatan yang sama Arskal salim juga berharap seleksi tahun 2020 tetap menggunakan basis komputer dengan lokal koneksi dan pelaksanaan seleksi agar tidak dilaksanakan secara bersama. Seleksi dilakukan dengan waktu berbeda antar satker penyelenggara.

“Semoga sistem seleksi tahun ini semakin memberikan kemudahan dan memberikan beberapa alternatif pilihan lokasi kepada para calon peserta. Kita harus menggali seluruh potensi yang kita miliki untuk menghasilkan hasil seleksi yang berkualitas yang akan membanggakan di masa yang akan datang,” ucapnya.

Salah satu tahapan seleksi adalah wawancara. Dalam hal ini Arskal berharap pada tahap wawancara dapat dipastikan bahwa para calon mahasiswa baru ke timur tengah terbebas dari ideologi radikalisme yang menentang ideologi negara.

“Komitmen kebangsaan harus menjadi bagian terpenting dalam proses seleksi ini sehingga para mahasiswa yang kembali ke Indonesia tetap menjadi penjaga ajaran Islam yang moderat,” terangnya.

Sementara Kasubdit Kelembagaan dan Kerjasama M. Adib Abdushomad menyampaikan bahwa seleksi ini bertujuan untuk menyaring lulusan Madrasah Aliyah/Pondok Pesantren atau sekolah potensial untuk mengikuti studi ke negara Timur Tengah dan mempersiapkan generasi terbaik dalam bidang ilmu keislaman dan bahasa arab, dalam rangka melahirkan calon ilmuwan yang mumpuni dan memiliki kapasitas keilmuan yang memadai.

“Untuk model seleksi tahun ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Waktu pelaksanaan tidak dilakukan secara bersama namun akan dilakukan dengan waktu dan soal yang berbeda dimasing-masing lokasi. Untuk detail jadual akan kita umumkan pasca disepakati bersama-sama,” pungkasnya. (lip/gus).

Artikel ini telah dibaca 12 kali

badge-check

Redaksi

Baca Lainnya

Hanung Bramantyo Angkat Tragedi 1965 Jadi Film Horor Lobang Buaya

20 September 2026 - 15:41

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216

20 September 2026 - 13:52

Rajin Kejar Pajak, Camat dan Lurah Jember Dijanjikan Promosi

19 September 2026 - 22:47

PAD Jember Tumbuh Tertinggi di Jatim, Wajib Pajak Taat Diganjar Penghargaan

19 September 2026 - 22:43

ISPA Meningkat, Pemkab Jember Ingatkan Warga Waspadai Gejala Influenza 

19 September 2026 - 15:03

Sembilan Hari Terombang-ambing, Tiga ABK Baliman Ditemukan Nelayan Puger

18 September 2026 - 20:29

Trending di KABAR NUSANTARA