Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 16 Jan 2018

ASN Wajib Karawo, PKK Gorontalo Dorong Produktivitas Pengrajin


ASN Wajib Karawo, PKK Gorontalo Dorong Produktivitas Pengrajin Perbesar

Reporter : Almas Baks
Editor : Anis Natasya

Gorontalo, Kabarpas.com – Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah mendorong para pengrajin Karawo (kain sulaman tangan, khas Gorontalo) untuk meningkatkan produktivitasnya.

Menurut Idah, sekarang merupakan saat yang tepat bagi para pengrajin sebab pemerintah provinsi, kabupaten/kota dan instansi swasta terus mengkampanyekan penggunaan kain Karawo di tengah tengah masyarakat.

“Saat ini Gubernur Gorontalo mengharuskan para ASN Provinsi Gorontalo bagi pria memakai upia karanji (kopiah keranjang) dan bagi wanita menggunakan jilbab karawo. Dengan demikian hal ini merupakan peluang bagi para pengrajin untuk memperoleh keuntungan,” ujar Idah saat mengunjungi para pengrajin di Desa Tohupo, Kecamatan Bongomeme, Selasa, (16/1/18).

Belum lagi, lanjut istri Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu, karawo sekarang menjadi pakaian wajib ASN di daerah yang rutin digunakan setiap hari Kamis. Dituntut dari pengrajin yakni produktivitas kain yang banyak serta inovasi dari setiap desain sulaman yang dihasilkan. Dengan begitu kualitas dan harga kain karawo makin bersaing di pasaran.

“Jika saya lihat di desa ini para pengrajin karawo masih kekurangan bahan maupun alat-alat yang dibutuhkan untuk membuat sulaman karawo. Dari pengamatan saya nampaknya mereka masih harus lebih inovatif lagi terutama untuk desain karawo-nya,” sambung Idah.
Untuk memaksimalkan produktivitas karawo di kalangan pengrajin, Idah meminta agar membentuk kelompok-kelompok kecil. Hal ini penting agar dapat diberi bantuan oleh pemerintah dan penggunaan peralatan yang dibutuhkan bisa dipakai dan dijaga secara bersama sama.

Ketua Dekranasda itu berharap kedepan produksi karawo semakin banyak dan berkualitas. Lebih daripada itu, kain sulaman karawo semakin dikenal baik di kancah nasional maupun internasional. Ia berharap popularitas karawo didukung dengan produksi dan harga yang bersaing di pasaran. (ams/nis)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

Cegah Keracunan MBG , DPRD Jatim Minta BGN Aktif Awasi SPPG

20 Mei 2026 - 22:30

Legislator Suli Da’im Minta Masyarakat Cermat Sebelum SPMB Jatim 2026 SMAN/SMKN

20 Mei 2026 - 22:28

DPRD Jatim Soroti Daya Tampung SMA-SMK Terbatas dalam Pembahasan LKPJ Gubernur 2025

20 Mei 2026 - 22:26

Ratusan Driver Online Geranat’s Jatim Demo di DPRD, Desak UU Transportasi Online Segera Disahkan

20 Mei 2026 - 22:24

Jelang Idul Adha, Jember Perketat Pengawasan Hewan Kurban dan Antisipasi PMK

20 Mei 2026 - 14:59

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Trending di KABAR NUSANTARA