Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Teras · 10 Sep 2016

Banyuwangi Kembali Akan Gelar Gandrung Sewu


					Banyuwangi Kembali Akan Gelar Gandrung Sewu Perbesar

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Banyuwangi kembali akan menggelar pertunjukan tari kolosal, Gandrung Sewu. Mengangkat tema Gandrung Sewu ‘Seblang Lukinto’, seribu lebih penari Gandrung akan menari di tepi Pantai Boom

Gandrung sewu merupakan event budaya yang digelar setiap tahun dalam rangkaian Banyuwangi Festival. Pertunjukkan tari kolosal ini telah menjadi salah satu even budaya daerah yang paling ditunggu-tunggu oleh para wisatawan.

“Pada awalnya Gandrung Sewu kami gelar untuk mengenalkan kemegahan budaya Banyuwangi ke khalayak luas. Kini kami bersyukur, Gandrung Sewu telah menjelma menjadi salah satu ikon pariwisata favorit Banyuwangi yang sangat dinanti oleh semua orang,” kata Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas kepada Kabarpas.com, Sabtu (10/09/2016).

Event Gandrung Sewu, sambung Anas, selama ini memperkuat posisi Banyuwangi dalam peta persaingan pariwisata di Indonesia.

”Pantai menjadi salah satu destinasi wisata alam andalan di Banyuwangi. Lewat event ini, kami menjual event budaya sekaligus destinasi alam. Gandrung  Sewu terbukti telah menjadi daya tarik pariwisata Banyuwangi,” jelas Anas.

Sementara Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pariwisata M Y. Bramuda mengatakan, tema Seblang Lukinto akan menyuguhkan tarian Gandrung yang mengisahkan perjuangan rakyat Blambangan melawan penjajah Belanda pada masa 1776-1810.

Tema ini, merupakan kelanjutan dari pertunjukkan Gandrung Sewu tahun lalu yang mengangkat tema “Podo Nonton”. Tema “Podo Nonton” menyajikan teatrikal tentang perjuangan rakyat Banyuwangi yang dipimpin Rempeg Jogopati dalam melawan penjajahan VOC. Saat itu, tarian diakhiri dengan kisah perlawanan para pejuang hingga titik akhirnya.

“Seblang Lukinto ini kelanjutan dari kisah tahun lalu. Bila tahun lalu mengisahkan kekalahan prajurit Blambangan, namun tahun ini berbeda. Tema ini akan mengisahkan kebangkitan sisa-sisa prajurit  Rempeg Jogopati untuk kembali mengangkat senjata melawan penjajah,” kata Bramuda.

Jika dilihat definisi nama Seblang Lukinto, tutur Bramuda, seb artinya meneng (diam-red), dan lang diambil dari kata langgeng artinya selawase atau selamanya. Sedangkan  Lukinto merupakan kata dari bahasa Sansekerta yang artinya “dirahasiakan”. Jika keduanya digabungkan maknanya menjadi rencana yang harus dirahasiakan selamanya.

“Pada saat tokoh penggerak perlawanan terhadap penjajah, Rempeg Jogopati jatuh, prajuritnya tercerai berai di beberapa wilayah di Banyuwangi. Sehingga upaya mereka untuk melawan VOC terhenti.  Untuk mengumpulkan kembali pasukan yang terpisah-pisah itu, orang-orang yang merupakan bekas prajurit Rempeg Jogopati membentuk kelompok seni. Mereka menyanyikan tembang Seblang Lukinto secara berkeliling atau mengamen,” beber Bramuda.

Saat mengamen itulah para pejuang mengumpulkan kembali rekan-rekan seperjuangannya. Agar tak dikenali oleh mata-mata yang saat itu sengaja disebar VOC, mereka pun menggunakan tembang Seblang Lukinto yang syairnya berisi  ajakan untuk melawan kembali. Tembang ini akhirnya menjad semacam kode rahasia antar pejuang untuk bergerak kembali.

Pertunjukan ini akan terasa berbeda dari perhelatan Gandrung Sewu sebelumnya yang banyak menyuguhkan fragmen teatrikal. Di Gandrung Sewu ‘Seblang Lukinto’  lebih banyak bermain formasi gerakan penari yang dinamis.

Di awal pertunjukkan nanti, lanjut Bramuda, seluruh penari akan membentuk formasi khusus. Kemudian secara bersama-sama, mereka akan menyanyikan gending Seblang Lukinto sebagai wujud perintah untuk mulai bersatu melawan penjajah.

“Setelahnya, mereka menyanyikan gending Kembang Abang secara bersama-sama yang menyiratkan mulai dilaksanakannya gerilya. Di akhir nanti, ribuan penari gandrung tersebut akan menyanyikan bersama penggalan lagu Umbul-Umbul Blambangan,” pungkas Bramuda. (dik/tin).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Cerdas Berdemo, Mahasiswa Harus Tingkatkan Reponsif Membaca dan Diskusi

27 September 2019 - 09:42

Tips Menambah Daya Ingat

19 Desember 2018 - 12:55

Inilah 5 Tips Aman Pencopet Saat Libur Lebaran

18 Juni 2018 - 16:15

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42

Liga Champions 2018 Babak 16 Besar Akan Dimulai Dini Hari Nanti

6 Maret 2018 - 19:43

Denting Waktu

7 Januari 2018 - 19:07

Trending di Teras