Banyuwangi (Kabarpas.com) – Adanya laporan terkait pemerasan yang dilakukan oleh oknum Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Banyuwangi kepada warga binaan, langsung dibantah dengan tegas oleh KPLP setempat, Jumat (05/08/2016).
Hal itu sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan, Wahyu kepada Kabarpas.com. Dirinya membantah adanya informasi pemerasan yang dilakukan oleh oknum KPLP. Justru dirinya mengaku kerap mendaptkan iming – iming uang suap dari Napi yang tidak mau dipindahkan ke Lapas daerah lain.
Tak hanya itu, Wahyu justru balik mengancam untuk membongkar kelakuan sejumlah penghuni Lapas yang diduga melakukan aktifitas penyalahgunaan narkoba, serta adanya warga binaan yang menggunakan Handphone, yang seharusnya dilarang di dalam Lapas.
“Tidak benar informasi itu, iming iming duit saya tolak kok, kalau saya mau, justru akan saya bongkar kelakuan Napi yang Nyabu dan pake HP, kan dilarang di dalam Lapas” ujar Wahyu.
Saat disinggung terkait alasan dan pertimbangan pihak Lapas Banyuwangi memindah warga binaan ke Lapas daerah lain, Wahyu enggan menjelaskan secara rinci tentang hal tersebut.
“Mereka kita pindah dengan berbagai pertimbangan, baik pertimbangan teknis maupun keamanan,” terangnya kepada Kabarpas.com.
Sementara itu, hingga berita ini diketik. Kepala Lapas Banyuwangi Arimin saat dihubungi Kabarpas.com terkait kasus ini melalui telepon selulernya tidak bisa, bahkan SMS yang dilayangkan pun juga tidak dibalas. (dik/tin).












