Reporter : Makhfud Syawaludin
Editor : Abu Azalya
Pasuruan, Kabarpas.com – Menyikapi tuduhan adanya unsur politik praktis dalam Musyawarah Idaroh (MUSDA) ke-4 Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabaroh An-Nahdliyah (JATMAN) Idaroh Wustho Provinsi Jawa Timur, yang akan digelar di Universitas Yudharta Pasuruan pada tanggal 31 Maret hingga 1 April 2018 nanti, panitia menganggap itu hal yang wajar.
“Ya, memang di tengah-tengah tahun politik ini, tidak lepas dari sorotan politik” ujar M. Dayat selaku Wakil Ketua Panitia Pelaksana di sela-sela Gladi bersih Panitia MUSDA (28/3) di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan.
Menurut pria yang akrab disapa Gus Dayat ini menyampaikan, terkait tuduhan kegiatan Musda bernuansa politik dengan adanya rencana kehadiran Jenderal TNI Gatot Nurmantyo tidaklah tepat.
“Beliau diwacanakan hadir mewakili Institusi TNI dikarenakan MUSDA akan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Bershalawat bersama TNI-POLRI yang dijadwalkan pada tahun 2017,” tegasnya.
Namun, karena menunggu terlaksananya Muktamar Jatman di Pekalongan, sehingga MUSDA baru bisa dilaksanakan pada tanggal 31 Maret-1 April 2018. Sebab pada tanggal tersebut Jenderal TNI Gatot sudah tidak menjabat sebagai Panglima TNI, makanya tidak bisa hadir mewakili institusi TNI.
Dan dikarenakan waktu pelaksanaan sudah dekat dan sulitnya akses untuk mengundang Panglima TNI yang baru, serta ketidakpastian kehadiran Kapolri, membuat panitia memutuskan bahwa unsur TNI-POLRI diwakili Kapolda dan Pangdam Brawijaya V.
“Tanggal 31 Maret, Pak Gatot sudah tidak menjabat sebagai Panglima TNI, tapi sebagai Perwira Aktif, sehingga Beliau tidak bisa mewakili institusinya. Kemudian adanya informasi terbaru bahwa kehadiran Kapolri masih tidak bisa dipastikan. Akhirnya panitia bersepakat yang mewakili Institusi TNI-POLRI adalah Kapolda Jatim & Pangdam Brawiyaja V serta diikuti beberapa perubahan rangkaian acaranya” papar Pria yang pernah menjadi Pengurus Lakpesdam PCNU Kabupaten Pasuruan tersebut.
Ia juga mengatakan bahwa seandainya Kapolri jadi Hadir akan dipersilahkan menjadi Keynote Speaker di Seminar Kebangsaan yang dilaksanakan setelah pembukaan Musda. Adapun isu politik dengan adanya undangan kepada kedua Calon Gubernur Jawa Timur tahun 2018 di acara MUSDA tersebut, Panitia menegaskan bahwa hal itu tidak benar.
“Tidak pernah ada kesepakatan bahwa di acara MUSDA itu mengundang calon-calon Gubernur” jelas Dosen Universitas Yudharta Pasuruan tersebut.
Selain itu, pria yang juga alumni Pondok Pesantren Ngalah tersebut menegaskan bahwa MUSDA ini benar-benar diselenggrakan untuk kepentingan JATMAN bukan untuk kepentingan partai politik.
“Kita tetap dalam menjaga netralitas Pesantren dan netralitas JATMAN sebagai organisasi thoriqoh. Adapun politik yang dibangun adalah politik kebangsaan untuk kemaslahatan masyarakat secara umum,” pungkas Alumni PMII Ngalah tersebut. (fud/abu).

















