Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Plafon ruang kelas 3 Sekolahan Dasar Negeri Sumberpoh, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo ambruk, Rabu (13 /11/2019).
Meski begitu, ambruknya langit-langit ruang kelas ini tidak memakan korban, karena sejak 2 minggu ruang kelas ini dikosongkan sebab kondisinya sudah memperihatinkan.
Faktor usia dan tidak ada renovasi selama 29 tahun, diduga menjadi penyebab ambruknya plafon sekolahan ini.
Kepada wartawan kabarpas.com, AKP Sugeng Supriyantoro, Kapolsek Maron menjelaskan, polisi yang mendapat laporan segera melakukan olah TKP, dan dugaan sementara bangunan ini sejak tahun 1990 belum ada rehab.
Tidak ada unsur kesengajaan, ini karena faktor usia, hasil olah TKP kondisi kayu penyangga Plafon lapuk dimakan usia.
“Bisa saja genting bocor merembet ke kayu penyangga plafon, dan lama kelamaan kayu tersebut lapuk, lalu ambrol,” ujar Kapolsek kepada Kabarpas.com.
Barang bukti berupa potongan kayu yang lapuk, dan pecahan internit sudah diamankan petugas kepolisian guna ditindak lanjuti.
“Kami menyarankan agar 3 ruangan lainya dikosongkan juga, karena pembuatanya sama dan belum mendapat renovasi. Dikhawatirkan juga kayunya sudah lapuk,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Dispendik Kabupaten probolinggo, Dewi Korina, membantah kalau sekolahan tersebut tidak mendapat renovasi.
Ia mengatakan bahwa sekolahan tersebut sudah pernah mendapatkan renovasi namun renovasi ringan, dan untuk merombak total baru akan dilakukan pada tahun 2020.
“Dispendik sudah mengintruksikan ruangan tersebut dikosongkan, termasuk 3 ruang lainya yang tahun pembuatanya sama karena kondisinya yang berbahaya bagi murid-murid,” ujar Korina.
Ditambahkan, status lahan menjadi salah satu faktor lambatnya renovasi total atap bangunan tersebut.
“Dan alhamdulillah, tadi semua elemen masyarakat, kepala desa, ahli waris, akan segera mengurus keabsahan kepemilikan lahan ini secepatnya, dan bila sudah legal, renovasi total bisa segera dilakukan,” ungkapnya.
“Jumlah murid yang kecil atau sedikit di sekolahan ini tidak berdampak pada rusaknya ruang ini, pasalnya murid -murid menerapkan belajar multi grade, seperti murid kelas 1 belajar bersama kelas 2 , dan seterusnya,”tambahnya. (wil/gus).

















