Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA ยท 8 Nov 2026

Bukan Sekadar Selawat, Gus Fawait Buka Identitas Politik LSN, Syiar Lewat Jalur Pemerintahan


					Bukan Sekadar Selawat, Gus Fawait Buka Identitas Politik LSN, Syiar Lewat Jalur Pemerintahan Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Laskar Sholawat Nusantara (LSN) tidak ingin dipahami sebatas kelompok pengajian atau majelis selawat. Organisasi yang kini memasuki usia tujuh tahun itu secara terbuka menyatakan dirinya bergerak melalui jalur pemerintahan. Karena itu, keterlibatan kadernya dalam berbagai kontestasi politik bukan sesuatu yang perlu dipertanyakan.

Statement itu disampaikan Muhammad Fawait seusai mengikuti Milad ke-7 LSN di Alun-alun Jember, Minggu (8/11/2026). Bupati Jember yang juga menjabat Presiden LSN itu menyebut politik dan pemerintahan memang menjadi salah satu jalur perjuangan organisasi.

“LSN adalah organisasi, bukan majelis sholawat. Organisasi yang memang niat bergerak di bidang pemerintahan. Maka tidak perlu heran ketika di dalam Pilkades, Pilkada, Pileg, Pilpres, selalu ada kawan-kawan Laskar Sholawat Nusantara. Karena memang syiarnya itu lewat jalur pemerintahan dan ketika masuk ke pemerintahan, itu pasti lewat kontestasi politik,” ungkapnya.

 

Pernyataan tersebut sekaligus memperjelas posisi LSN di tengah aktivitas keagamaan yang selama ini melekat dengan identitas organisasi. Selawat menjadi salah satu identitasnya, tetapi ruang gerak yang dibidik tidak berhenti pada kegiatan keagamaan.

 

Gus Fawait juga menyebut rencana memperluas jaringan organisasi ke seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Menurut dia, pembentukan kepengurusan sebenarnya telah diniatkan sejak 2023. Namun, sejumlah agenda politik nasional dan daerah membuat rencana tersebut tertunda.

 

Saat ini, kata dia, hampir 10 kabupaten/kota telah menjadi bagian dari proses pembentukan jaringan. LSN menargetkan konsolidasi tersebut bisa diselesaikan sepanjang 2026 hingga 2027.

 

“Kita akan selesaikan di tahun 2026 dan tahun 2027 sehingga nanti bisa terbentuk di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur,” ujarnya.

 

Di tengah identitas organisasi yang bergerak melalui jalur politik, Fawait justru mengingatkan kadernya agar tidak terus terjebak dalam perbedaan pilihan saat pemilu.

 

Dalam pandangannya, kontestasi politik memiliki batas waktu. Setelah presiden, gubernur, maupun bupati terpilih, kepentingan untuk memastikan pemerintahan berjalan baik harus ditempatkan di atas perbedaan dukungan sebelumnya.

 

Dia mengaitkan sikap tersebut dengan nilai keagamaan yang menjadi landasan organisasi. Fawait mengutip perintah untuk menaati pemimpin sebagai dasar ajakan kepada kader LSN agar mendukung pemerintahan yang telah terbentuk.

 

“Urusan beda pilihan dalam Pilpres, Pilkada, maupun pilpil yang lain, itu urusan lain dan sudah selesai. Maka tugas kita hari ini adalah memperbaiki dan mendorong supaya presiden, gubernur, bupati, dan pemimpin di seluruh tingkatan yang terpilih untuk bekerja sebaik mungkin,” tandasnya.

 

Secara khusus, Gus Fawait mengajak keluarga besar LSN mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar diberikan kekuatan dalam memimpin Indonesia.

 

Dia meyakini kebijakan yang diambil pemerintah pusat pada akhirnya ditujukan untuk kepentingan bangsa dan negara. Karena itu, dukungan terhadap pemerintahan Prabowo tidak semestinya dibatasi oleh pilihan politik pada pemilu sebelumnya.

 

“Kita bersama-sama mendoakan mudah-mudahan Indonesia selalu selamat, aman, dan khusus Presiden Prabowo kita doakan bersama mudah-mudahan diparingi kuat untuk memimpin Indonesia,” ujarnya.

 

Bagi Gus Fawait, keberhasilan pemerintah membawa Indonesia lebih maju akan dirasakan seluruh masyarakat, termasuk warga Jember dan Jawa Timur yang menjadi bagian dari keluarga besar LSN.

Milad ke-7 LSN tahun ini juga menjadi momentum pelantikan struktur kepengurusan DPP dan DPC periode 2026-2030. Bagi Gus Fawait, pelantikan tersebut bukan sekadar pergantian atau pengukuhan pengurus, melainkan bagian dari upaya memperluas jangkauan organisasi.

Dia menyebut LSN tengah menyiapkan penyelesaian kepengurusan di seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur. Rencana tersebut sebenarnya telah diniatkan sejak 2023, tetapi harus tertunda karena beririsan dengan sejumlah agenda politik, mulai Pileg, Pilpres hingga Pilkada.

Targetnya, seluruh struktur organisasi di tingkat kabupaten/kota dapat terbentuk hingga 2027.

“Saya pikir kita hari ini semangatnya bukan cuma hari ini saja ya, bahkan kita sudah niati pembentukan itu semenjak tahun 2023, tapi karena terbentur dengan agenda-agenda seperti Pileg, Pilpres, Pilkada, maka agenda itu tertunda dan insyaallah hari ini akan kami masukkan ke seluruh kabupaten/kota,” ucapnya. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Saat Gus Fawait Pilih Hujan-hujanan Bareng Belasan Ribu Peserta Milad LSN

8 November 2026 - 23:08

Bawa Spirit Sosialisme Islam, PKB Pasuruan Gelar Diskusi Bedah Buku HOS Tjokroaminoto dan Ali Syariati

8 November 2026 - 22:58

Resky Podium, Pebalap Binaan AHM Melesat di IM4AC Qatar

8 November 2026 - 14:46

Jembatan Masa Lalu dan Masa Depan, Rumah Tulus Hati Perkaya Warisan Heritage Kota Pasuruan

7 November 2026 - 10:14

PKBM Ki Hajar Dewantara Bekali Warga Belajar Keterampilan Membuat Stik Bawang

7 November 2026 - 10:06

Soft Opening Event Seven Beaches Festival 2026, Sekda Ugas Ajak Warga Promosikan Wisata Pantai

7 November 2026 - 07:44

Trending di Kabar Probolinggo