Jember, Kabarpas.com – Gerimis yang membasahi Alun-alun Jember tidak menyurutkan semangat belasan ribu peserta Milad ke-7 Laskar Sholawat Nusantara (LSN), Minggu (8/11/2026). Barisan peserta yang didominasi kaum ibu atau emak-emak itu tetap bertahan mengikuti rangkaian acara hingga suasana semakin meriah ketika Presiden LSN Muhammad Fawait turun ke sisi depan panggung di tengah guyuran hujan.
Momen tersebut terjadi saat Kawendra Lukistian, anggota Komisi VI DPR RI, sedang menyampaikan sambutan. Secara spontan, Fawait maju ke depan panggung sembari menyampaikan pernyataan yang langsung disambut riuh peserta.
“Kalau LSN kehujanan, maka saya juga harus hujan-hujanan,” pekik Fawait yang juga menjabat sebagai Bupati Jember tersebut.
Aksi spontan itu menjadi salah satu momen yang menyita perhatian dalam peringatan hari lahir organisasi yang memasuki usia tujuh tahun tersebut.
Milad ke-7 LSN tidak hanya menjadi agenda perayaan organisasi, tetapi juga dirangkai dengan pelantikan struktur kepengurusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) LSN periode 2026-2030.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Dekananto Eko Purwono, Kawendra Lukistian, jajaran Forkopimda Jember, serta pengurus LSN dari tingkat DPP, DPC, PAC hingga ranting. Hadir pula barisan Srikandi LSN dari berbagai wilayah di Kabupaten Jember.
Dalam sambutannya, Fawait mengajak seluruh keluarga besar LSN untuk mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan kelancaran dalam menjalankan pemerintahan.
Dia juga meminta kader LSN tidak lagi terjebak dalam perbedaan pilihan politik yang terjadi selama kontestasi Pilpres. Menurutnya, setelah proses demokrasi selesai, seluruh elemen masyarakat perlu kembali bersatu mendukung pemerintahan yang sedang berjalan.
“Pilpres sudah selesai. Hari ini pemimpin kita adalah Pak Prabowo. Kita harus bersatu mendukung beliau. Kalau pemimpin kita berhasil membawa Indonesia maju, yang merasakan kebahagiaan adalah seluruh rakyat Indonesia,” ungkapnya.
Fawait menilai, doa untuk pemimpin merupakan bagian dari ikhtiar dan tirakat yang diharapkan membawa kebaikan bagi bangsa, termasuk bagi generasi penerus.
Di depan masyarakat, dia juga menyampaikan apresiasi kepada para kader yang selama ini konsisten menjaga organisasi. Secara khusus, Fawait memberikan penghargaan kepada kaum ibu dan Srikandi LSN yang tetap bertahan di tengah dinamika serta perbedaan pandangan politik.
Dia berpesan agar seluruh kader tidak terlalu larut dalam berbagai komentar maupun kritik. Sebaliknya, energi organisasi perlu diarahkan untuk terus bekerja dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurut Fawait, usia tujuh tahun LSN harus menjadi momentum memperkuat persaudaraan dan mempererat silaturahmi antarkader. Lebih dari itu, organisasi tersebut diharapkan tetap menjadi wadah untuk menyatukan masyarakat dalam kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.
Di luar rangkaian seremoni organisasi, Milad ke-7 LSN juga menghadirkan pesan dukungan masyarakat terhadap sejumlah program pemerintah pusat.
Hal itu terlihat dari sejumlah tulisan yang diangkat peserta di tengah kerumunan. Salah satunya bertuliskan, “Terima kasih Presiden Prabowo, sekolah kami sudah bagus, berkat revitalisasi sekolah”.
Selain ucapan terima kasih terkait program revitalisasi sekolah, peserta juga membawa berbagai tulisan berisi doa dan dukungan kepada Presiden Prabowo.
Meski bukan agenda kampanye politik, momentum Milad ke-7 LSN memperlihatkan bagaimana kegiatan organisasi kemasyarakatan juga menjadi ruang penyampaian aspirasi sekaligus ekspresi dukungan masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. (dan/ian).

















