Senin, 26 Mei 2025 – 21.19 | 994 kali dilihat
Jember, Kabarpas.com – Lembaga survei The Republic Institute mengeluarkan rilis resmi hasil survei evaluasi kepuasan publik terhadap kinerja 100 hari pemimpin di Jawa Timur.
100 hari pertama kepemimpinan kepala daerah merupakan periode krusial yang sering dijadikan tolok ukur awal kinerja dan komitmen pemimpin dalam menjalankan visi, misi, dan program kerjanya.
Dalam awal masa kepemimpinan di Kabupaten Jember, The Republic Institute menilai Bupati Fawait dan Wakil Bupati Djoko Susanto memperoleh tingkat kepuasan publik mencapai 82,8 persen.
Bahkan, dalam kategori pengentasan kemiskinan, tingkat kepuasan publik tercatat sebesar 83,1 persen.
Direktur The Republic Institute, Sufiyanto menyebutkan bahwa Fawait-Djoko menempati posisi lima besar dalam sejumlah kategori penilaian kepuasan masyarakat.
“Mereka menempati posisi terbaik ketiga dalam optimalisasi swasembada pangan dengan tingkat kepuasan 79,4 persen, terbaik kedua dalam pembangunan infrastruktur dengan 81,8 persen, dan terbaik pertama dalam pembangunan desa serta pemberantasan kemiskinan sebesar 83,1 persen,” ujar Sufiyanto dalam rilisnya, Senin (26/5/2025).
Survei dilakukan secara tatap muka pada 15–22 Mei 2025 dengan metode stratified random sampling yang proporsional berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS). Margin of error survei sebesar 2,1 persen.
Ketua DPRD Jember, Ahmad Halim menyambut hasil survei tersebut sebagai tantangan sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Jember. Ia menekankan pentingnya peningkatan kinerja, terutama karena tugas pemerintah adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Selamat atas penilaian kinerja dari lembaga survei. Ini menjadi pemecut bagi bupati dan wakil bupati untuk terus bekerja maksimal demi masyarakat Jember,” ucapnya.
Halim menambahkan, saat ini salah satu layanan yang paling dirasakan masyarakat adalah program pelayanan kesehatan gratis. Namun, tantangan ke depan adalah penurunan angka kemiskinan secara berkelanjutan.
“Pemkab harus menggandeng seluruh pihak untuk menurunkan angka kemiskinan. Bupati dan wakil bupati tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan birokrasi, pemerintah pusat, dan elemen lainnya,” ujarnya.
Perlu diketahui, The Republic Institute berdiri pada tahun 2007 dengan status sebuah perkumpulan mahasiswa doctoral dari Universitas Airlangga (Unair), Surabaya.
Pada masa studinya Dr. Sufyanto, S.Ag., M.Si. merupakan penggagas ide untuk membentuk komunitas yang memiliki minat dalam mendalami ilmu politik dan demokrasi Indonesia. Selain dia, terdapat beberapa orang yang terlibat dalam perkembangan The Republic Institute.
Mereka adalah, Dr. Isa Ma’rufi (Pakar Statistik dan analisis Kualitatif), Dr. Hamdan Tri Atmojo (Pakar Sejarah Politik Indonesia, Pendidikan dan Pelatihan) dan Dr. (Cand.) Fathul Mujib (Pakar Sosiologi).
The Republic Institute memiliki beberapa aktivitas yang ditekuninya. Antara lain, penelitian perilaku memilih masyarakat, penelitian analisis kebijakan publik dan perubahan sosial, pendidikan politik, dan pelatihan yang bertajuk wawasan kebangsaan. (dan/ian).

















