Pasuruan, Kabarpas.com – Guna mencegah tindak pidana korupsi di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pasuruan. Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menggelar kegiatan “Sosialisasi Pengendalian Gratifikasi Bersama KPK RI”. Acara yang diselenggarakan di Valencia Resto ini dihadiri oleh Wali Kota Pasuruan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), Narasumber dan Tim KPK RI, para Asisten, Staf Ahli, para Camat, dan seluruh Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Pasuruan.
Acara ini digelar dengan tujuan memberikan wawasan tentang gratifikasi, mencegah praktik gratifikasi yang dilakukan oleh ASN, menanamkan mindset prinsip non gratifikasi pada ASN, dan terbangunnya sikap tegas dan kesadaran ASN untuk menolak gratifikasi ini.
Pada kesempatan ini, selain mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh Perangkat Daerah Kota Pasuruan karena telah saling gotong royong dan bekerja keras atas pencapaian Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Gus Ipul juga mengingatkan perlunya meningkatkan nilai Monitoring Control For Prevention (MCP) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Terus terang perlu memberikan perhatian yang sangat serius pada MCP kita yang nilainya masih 48. Kabupaten/Kota lain sudah 70 dan 80 keatas. Oleh sebab itu saya punya target 4-5 bulan kedepan nilai kita kalau bisa sudah harus berada diangka 80,” ujar Gus Ipul.
“Tujuannya agar tata kelola Pemerintahan dan keuangan di Kota Pasuruan bisa menjadi lebih baik kedepannya,” sambungnya.
Sebelum membuka acara sosialisasi, Gus Ipul menyampaikan, dengan berkembangnya teknologi dan adanya pembaruan peraturan-peraturan yang ada dapat memperkecil kesempatan ASN untuk menyalahgunakan kewenangan.
Sementara untuk mempersempit niat, lanjut Gus Ipul, tergantung pada hati masing-masing Sumber Daya Manusianya. Oleh sebab itu perlu pakta integritas sebagai komitmen individu masing-masing.
Terkait Gratifikasi, Gus Ipul mengingatkan seharusnya kebiasaan memberi (ater-ater) tidak dijadikan kebiasaan atau tradisi di Lingkungan Pemkot Pasuruan.
“Oleh sebab itu kualitas SDM dengan mental anti korupsi perlu ditingkatkan. Maka acara sosialsisasi ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih baik pada seluruh peserta yang hadir,” pungkasnya. (ajo/gus).

















