Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Pasuruan · 29 Des 2021

Cegah Stunting, Ketua TP PKK Kota Pasuruan Inginkan Imbangi Asupan Anak dengan Protein Hewani


Cegah Stunting, Ketua TP PKK Kota Pasuruan Inginkan Imbangi Asupan Anak dengan Protein Hewani Perbesar


Pasuruan, Kabarpas.com – Tim Pengerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Pasuruan, menggelar sosialisasi tentang pencegahan Stunting (kurang gizi). Acara yang berlangsung di pendopo surga-surgi ini dihadiri langsung oleh Ketua TP 1 PKK Kota Pasuruan Hj Dra. Fatma Syaifullah Yusuf (Bu Fatma),Ketua POKJA III TP PKK Kecamatan , Kelurahan dan Kepala Puskesmas Panggungrejo.

Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kota Pasuruan Bu Fatma mengatakan isu stunting menjadi hal serius yang harus diantisipasi bersama, karena stunting dapat berdampak pada menurunnya kualitas sumber daya manusia generasi penerus bangsa.

“Jadi, stunting menjadi persoalan yang sangat penting dan harus segera diatasi. Karena stunting merujuk kepada kondisi gagal tumbuh kembang pada anak yang tidak hanya berdampak pada tinggi badan seorang anak yang berada dibawah standar saja, namun juga berdampak pada hambatan perkembangan kognitif dan motorik”, jelas Bu Fatma Saifullah.

Stunting bisa dicegah dengan asupan gizi yang memadai terutama pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu pada saat terbentuknya janin dalam perut ibu hingga anak berusia 2 tahun.

“Salah satu yang utama adalah pola asup yang tidak tepat. Seringkali ibu memberikan makanan kepada anaknya berdasarkan kesukaan dan pilihan anaknya, bukan berdasarkan kandungan gizi. Pemberian asupan yang salah dan terus-menerus itu berdampak gizi buruk,” ujarnya.

Aneka konsumsi pangan terutama pangan asal hewan diharapkan dapat menjawab permasalahan stunting. Pemenuhan pangan asal hewan atau protein hewani yang cukup menjadi hal yang sangat penting untuk diberikan kepada ibu hamil, bayi dan balita sebagai upaya pencegahan stunting.

“Pemberian asi yang tidak ekslusif, kurangnya asupan protein hewani yang dikonsumsi yang terdapat pada telur, daging (ikan, ayam, sapi) dan susu menjadi salah satu factor pendorong masih tingginya angka stunting di Indonesia”, papar Bu Fatma

Oleh karena itu, lanjut Bu Fatma, protein hewani menjadi salah satu sumber asupan yang sangat berpengaruh dalam tumbuh kembang anak terutama tinggi dan berat badan anak.

“Saya berharap stakeholder yang terikat, bisa bertanggungjawab untuk berpartisipasi aktif dalam percepatan penurunan stunting. Jadi, dukungan dan komitmen bersama antara stakeholder dan seluruh lapisan masyarakat sangat diperlukan dalam penanggulangan stunting di kota pasuruan,” tutup Bu Fatma. (dit/ida).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Petik Laut 2026, Mas Adi Sebut Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi dan Wisata Bahari

28 Juni 2026 - 12:19

Pemkot Pasuruan Luncurkan Pembayaran PBB Melalui Bank BRI

25 Juni 2026 - 15:55

Mas Adi: Kota Pasuruan Harus Jadi Rumah untuk Semua, Termasuk Lansia

24 Juni 2026 - 13:14

Pengurus APINDO Kota Pasuruan Dikukuhkan, Mas Adi Minta APINDO Jadi Mitra Strategis 

23 Juni 2026 - 19:49

Pemkot Pasuruan Optimalkan Pelaporan Inovasi Daerah Tahun 2026

23 Juni 2026 - 08:02

Tinjau Langsung Proyek Sekolah Rakyat, Wali Kota Pasuruan Sebut Pembangunan Sudah 81 Persen

22 Juni 2026 - 18:25

Trending di Berita Pasuruan