Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 9 Mei 2026

Dari Pasar Lumpur Ledokombo, Festival Egrang Tanoker Perkuat Budaya dan Ekonomi Warga


Dari Pasar Lumpur Ledokombo, Festival Egrang Tanoker Perkuat Budaya dan Ekonomi Warga Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Launching Festival Egrang ke-14 Tanoker digelar di Pasar Lumpur, Kecamatan Ledokombo, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini menjadi penanda dimulainya rangkaian Festival Egrang yang akan mencapai puncak acara pada 1 Agustus 2026 mendatang dengan mengusung tema “Ayo Mencintai Rupiah dan Permainan Tradisi Egrang”.

Festival yang digagas komunitas budaya Tanoker itu tidak hanya menampilkan permainan tradisional sebagai atraksi hiburan, tetapi juga diarahkan menjadi ruang pendidikan, penguatan budaya lokal, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Ribuan peserta menghadiri kegiatan tersebut. Mereka terdiri dari siswa, guru, kepala sekolah, komunitas seni, tokoh masyarakat, tokoh agama, media, serta perwakilan pemerintah daerah dan instansi terkait.

Pendiri Tanoker memandang festival ini sebagai upaya menjaga keberlanjutan permainan tradisional di tengah perubahan gaya hidup anak-anak yang semakin dekat dengan dunia digital. Egrang, yang selama ini dikenal sebagai permainan rakyat, kini dikembangkan menjadi media pembelajaran di sekolah.

Sejak 2024, Tanoker bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Jember mulai mengembangkan sekolah prototipe berbasis permainan tradisi. Program itu awalnya diterapkan di 12 sekolah sebelum diperluas menjadi 24 sekolah yang aktif memasukkan permainan egrang ke dalam modul pembelajaran.

Model pembelajaran tersebut tidak hanya menempatkan permainan tradisional sebagai aktivitas rekreatif, melainkan juga bagian dari pendidikan karakter, kerja sama, hingga penguatan interaksi sosial siswa.

 

Pelaksanaan launching di Pasar Lumpur Ledokombo juga membawa dimensi ekonomi kerakyatan. Sejumlah lapak kuliner tradisional, kerajinan warga, dan produk kreatif masyarakat dilibatkan selama kegiatan berlangsung.

 

Tanoker menilai festival budaya tidak dapat dipisahkan dari ruang hidup masyarakat. Karena itu, aktivitas budaya juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi rumah tangga warga sekitar.

 

Beragam permainan rakyat turut memeriahkan acara, mulai dari lomba mewarnai anak TK, senam beregu ibu-ibu dan lansia, balap bakiak, tarung bantal, hingga permainan egrang yang menjadi ikon utama festival.

 

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Nezar Patria yang hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti pentingnya pelestarian budaya di era digital. Menurut dia, digitalisasi budaya tidak cukup dimaknai sebatas dokumentasi kegiatan tradisi.

 

“Digitalisasi budaya bukan sekadar dokumentasi, tetapi fondasi untuk memastikan warisan tradisi dapat hidup, berkembang, dan dikenal generasi masa depan melalui ekosistem teknologi yang inklusif,” kata Nezar dalam sambutannya.

 

Wamen Nezar berharap festival tahunan tersebut dapat memperluas keterlibatan generasi muda dalam pelestarian budaya lokal sekaligus memperkuat jejaring sekolah, komunitas, dan masyarakat dalam menjaga permainan tradisional tetap hidup di tengah perkembangan zaman. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Siap Melesat, Pebalap Astra Honda Bidik Podium di ARRC Buriram

9 Mei 2026 - 21:47

Perbaikan Jalur Longsor Tiris Direncanakan Awal 2027, Tokoh Masyarakat Swadaya Bangun Jalur Alternatif

9 Mei 2026 - 20:24

Wamen Komdigi Resmi Launching Festival Egrang Tanoker ke-14 di Jember

9 Mei 2026 - 14:39

Festival Egrang Tanoker ke-14: Ketika Permainan Tradisional Bertemu Era Digital

9 Mei 2026 - 14:36

Alas Kaki Unggulan Kota Mojokerto Mampu Bersaing Tembus ke Negara Jepang

9 Mei 2026 - 11:53

Tingkatkan Kenyamanan Akademik, FDIKOM UIN Jakarta Hadirkan Fasilitas Common Room 

8 Mei 2026 - 22:28

Trending di KABAR NUSANTARA