Reporter: Sudarmoko
Editor: Agus Hartanto
___________________________________
Pasuruan (Kabarpas.com) – Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Rakyat Tolak Umbulan (SERATU), melakukan aksi demo tolak ekploitasi Umbulan di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Sayangnya, aksi yang semula berjalan aman tertib ini tiba-tiba diwarnai dengan kericuhan, Senin (10/07/2017).
Pantauan Kabarpas.com, di lokasi, aksi demo ini di ikuti oleh sejumlah elemen masyarakat. Mereka datang dengan membawa spanduk, miniatur tikus dan kijing makam yang mereka lambangkan sebagai matinya hati nurani pemerintah.
Sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat pun secara bergantian melakukan orasinya melalui pengeras suara. Menurut pendemo bahwa proyek tersebut lebih menguntungkan untuk masyarakat 5 daerah.
Mereka menilai mega proyek yang akan mengeksploitasi sumber mata air Umbulan itu hanya untuk kepentingan bisnis.
“Apabila proyek SPAM tersebut dilaksanakan, maka secara langsung akan berdampak buruk bagi ribuan masyarakat, terutama masyarakat Winongan. Mereka akan kesulitan mendapatkan air bersih, “ kata Lujeng, dari LSM Pusaka.
Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Kang Lujeng ini juga menyebut bahwa puluhan hektar lahan pertanian yang selama ini bergantung dari luberan air Umbulan akan kekeringan.
Untuk itu, dalam tuntutannya tersebut, SERATU berencana akan melakukan gugatan ke MK terkait dengan adanya Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan proyek strategis Nasional. “Dalam Perpres tersebut salah satunya yaitu mengesahkan proyek Umbulan,” tegas Kang Lujeng.
Namun, sayangnya aksi demo yang semula berjalan tertib ini, tiba-tiba berubah menjadi ricuh tatkala terjadi aksi saling dorong antar pendemo.
Beruntung kericuhan dapat diredam, ketika Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan keluar dari dalam ruangannya untuk menemui para pendemo tersebut.
“Untuk proyek Umbulan dan Amdal itu ditangani oleh pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat. Apabila ingin mencari jalan keluar, mari kita rundingan bersama Kapala Dinas beserta Asisten 1 di dalam Gedung untuk mencari solusinya,” kata pria yang akrab disapa Mas Dion itu dihadapan para pendemo. (dar/gus).












