Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Teras · 10 Jul 2017

Demo Tolak Ekploitasi Umbulan di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan Diwarnai Kericuhan


					Demo Tolak Ekploitasi Umbulan di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan Diwarnai Kericuhan Perbesar

Reporter: Sudarmoko

Editor: Agus Hartanto

___________________________________

Pasuruan (Kabarpas.com) – Ratusan orang yang tergabung dalam Serikat Rakyat Tolak Umbulan (SERATU), melakukan aksi demo tolak ekploitasi Umbulan di Gedung DPRD Kabupaten Pasuruan. Sayangnya, aksi yang semula berjalan aman tertib ini tiba-tiba diwarnai dengan kericuhan, Senin (10/07/2017).

Pantauan Kabarpas.com, di lokasi, aksi demo ini di ikuti oleh sejumlah elemen masyarakat. Mereka datang dengan membawa spanduk, miniatur tikus dan kijing makam yang mereka lambangkan sebagai matinya hati nurani pemerintah.

Sejumlah perwakilan dari elemen masyarakat pun secara bergantian melakukan orasinya melalui pengeras suara. Menurut pendemo bahwa proyek tersebut lebih menguntungkan untuk masyarakat 5 daerah.

Mereka menilai mega proyek yang akan mengeksploitasi sumber mata air Umbulan itu hanya untuk kepentingan bisnis.

“Apabila proyek SPAM tersebut dilaksanakan, maka secara langsung akan berdampak buruk bagi ribuan masyarakat, terutama masyarakat Winongan. Mereka akan kesulitan mendapatkan air bersih, “ kata Lujeng, dari LSM Pusaka.

Tak hanya itu, pria yang akrab disapa Kang Lujeng ini juga menyebut bahwa puluhan hektar lahan pertanian yang selama ini bergantung dari luberan air Umbulan akan kekeringan.

Untuk itu, dalam tuntutannya tersebut, SERATU berencana akan melakukan gugatan ke MK terkait dengan adanya Perpres Nomor 3 tahun 2016 tentang percepatan proyek strategis Nasional. “Dalam Perpres tersebut salah satunya yaitu mengesahkan proyek Umbulan,” tegas Kang Lujeng.

Namun, sayangnya aksi demo yang semula berjalan tertib ini, tiba-tiba berubah menjadi ricuh tatkala terjadi aksi saling dorong antar pendemo.

Beruntung kericuhan dapat diredam, ketika Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan, Sudiono Fauzan keluar dari dalam ruangannya untuk menemui para pendemo tersebut.

“Untuk proyek Umbulan dan Amdal itu ditangani oleh pemerintah provinsi dan juga pemerintah pusat. Apabila ingin mencari jalan keluar, mari kita rundingan bersama Kapala Dinas beserta Asisten 1 di dalam Gedung untuk mencari solusinya,” kata pria yang akrab disapa Mas Dion itu dihadapan para pendemo. (dar/gus).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Cerdas Berdemo, Mahasiswa Harus Tingkatkan Reponsif Membaca dan Diskusi

27 September 2019 - 09:42

Tips Menambah Daya Ingat

19 Desember 2018 - 12:55

Inilah 5 Tips Aman Pencopet Saat Libur Lebaran

18 Juni 2018 - 16:15

Sungai Dayang, Potensi Wisata Kabupaten Pasuruan yang Belum Dilirik

1 April 2018 - 17:42

Liga Champions 2018 Babak 16 Besar Akan Dimulai Dini Hari Nanti

6 Maret 2018 - 19:43

Denting Waktu

7 Januari 2018 - 19:07

Trending di Teras