Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 29 Sep 2026

Di Balik Rp187,4 Miliar Revitalisasi Sekolah di Jember, Ada Ribuan Pekerja yang Kebagian Rezeki


Di Balik Rp187,4 Miliar Revitalisasi Sekolah di Jember, Ada Ribuan Pekerja yang Kebagian Rezeki Perbesar

Jember, Kabarpas.com – Program revitalisasi 258 sekolah di Kabupaten Jember dengan nilai bantuan mencapai Rp187,4 miliar tidak hanya diarahkan untuk memperbaiki sarana pendidikan. Pemerintah Kabupaten Jember menyebut program tersebut turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat melalui penyerapan tenaga kerja dan belanja material bangunan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember Hafid Nurul Yasin mengatakan, 258 lembaga pendidikan yang mendapatkan program revitalisasi terdiri atas 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta.

“Dengan adanya revitalisasi yang anggarannya begitu besar masuk ke Kabupaten Jember, ini jelas memacu perputaran ekonomi yang ada di Kabupaten Jember,” ungkapnya.

Dampak ekonomi program tersebut menurut Hafid, terlihat dari keterlibatan tenaga kerja lokal, mulai dari tukang, asisten tukang hingga pekerja bangunan. Aktivitas proyek juga menciptakan permintaan terhadap bahan bangunan dan jasa pendukung lainnya.

Hafid memperkirakan sekitar 2.000 tukang dan 3.160 asisten tukang terlibat dalam pengerjaan revitalisasi sekolah di Jember.

Jika dihitung berdasarkan upah pekerja yang disebutkan pemerintah daerah, perputaran pembayaran tenaga kerja diperkirakan mencapai sekitar Rp452,8 juta untuk satu hari kerja. Nilai tersebut belum memperhitungkan belanja material, transportasi dan kebutuhan lain selama pembangunan.

“Warga Jember yang berprofesi sebagai tukang, kemudian penjual bahan bangunan, kuli-kuli bangunan, ini mendapatkan berkah pekerjaan, mendapatkan orderan untuk proses pembangunan revitalisasi lembaga pendidikan yang ada di Kabupaten Jember,” ujar Hafid.

Berdasarkan pembaruan data Dinas Pendidikan Kabupaten Jember per 2 September 2026, total bantuan revitalisasi yang telah disalurkan mencapai sekitar Rp187,4 miliar untuk 258 lembaga pendidikan yang telah memiliki perjanjian kerja sama (PKS).

Dari jumlah tersebut, 120 lembaga merupakan jenjang sekolah dasar (SD) dengan nilai bantuan Rp123,9 miliar. Kemudian 117 lembaga PAUD/TK mendapatkan alokasi Rp46,3 miliar dan 21 lembaga SMP memperoleh Rp17,2 miliar.

Dengan demikian, SD menjadi jenjang dengan nilai bantuan terbesar, mencapai sekitar dua pertiga dari total anggaran revitalisasi.

Program tersebut melibatkan sekolah negeri dan swasta. Dari 258 lembaga penerima, sebanyak 121 merupakan sekolah negeri dan 137 sekolah swasta.

Besarnya nilai belanja tersebut membuat efek ekonomi program tidak berhenti di lingkungan sekolah. Pengerjaan konstruksi membutuhkan tenaga kerja sekaligus berbagai kebutuhan produksi, seperti semen, pasir, batu, besi, kayu dan material bangunan lainnya.

Rantai aktivitas tersebut kemudian dapat melibatkan toko bangunan, pemasok material, jasa angkutan hingga usaha makanan di sekitar lokasi proyek.

Gambaran penyerapan tenaga kerja lokal terlihat dalam proyek revitalisasi SDN Jenggawah 4 di Desa Jenggawah, Kecamatan Jenggawah.

Proyek dengan nilai anggaran lebih dari Rp1 miliar tersebut melibatkan sekitar 25 pekerja. Rinciannya 10 tukang dan 15 asisten tukang.

Kepala tukang proyek, Susiyanto mengatakan sebagian tenaga kerja berasal dari lingkungan sekitar sekolah.

“Jumlahnya kurang lebih 25 orang. Tukangnya 10, pembantunya 15,” tutur Susiyanto.

Susiyanto menyebut, tukang mendapatkan upah sekitar Rp100 ribu per hari. Sementara asisten tukang memperoleh sekitar Rp80 ribu hingga Rp85 ribu per hari.

Keterlibatan warga sekitar membuat manfaat proyek tidak hanya dirasakan oleh sekolah sebagai penerima revitalisasi.

“Alhamdulillah cukup membantu. Ada orang-orang sekitar sini juga yang kerja,” ujarnya.

Susiyanto mengatakan pekerjaan tersebut juga memberi kesempatan bagi warga untuk memperoleh penghasilan tanpa harus mencari pekerjaan ke luar daerah.

“Terima kasih kepada Gus Bupati. Dengan adanya pekerjaan ini, kami tidak perlu jauh-jauh mencari pekerjaan,” tuturnya.

Dampak ekonomi dari belanja revitalisasi sekolah sejalan dengan kajian Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) pada Januari 2026.

Dalam kajian tersebut, program revitalisasi sekolah disebut memiliki dampak terhadap ekonomi lokal yang tercermin dalam peningkatan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi.

Revitalisasi sekolah menciptakan rantai aktivitas ekonomi mulai dari perencanaan, pengadaan material, perekrutan tenaga kerja, distribusi logistik hingga konsumsi pekerja.

Artinya, belanja pemerintah di sektor pendidikan memiliki efek yang lebih luas dibandingkan pembangunan fisik sekolah semata. Ketika proyek berjalan, anggaran mengalir kepada pekerja dan pelaku usaha yang memasok kebutuhan pembangunan.

Di Jember, nilai program yang mencapai Rp187,4 miliar tersebut tersebar pada 258 lembaga pendidikan. Komposisinya mencakup 121 sekolah negeri dan 137 sekolah swasta.

Selain memperbaiki ruang belajar dan infrastruktur pendidikan, aktivitas pembangunan tersebut menciptakan permintaan terhadap tenaga kerja dan barang maupun jasa yang dipasok dari lingkungan sekitar. (dan/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Temui Bupati Fawait, Komisi D DPRD Jatim Bawa Kabar Perbaikan Jalan Provinsi Jember

29 September 2026 - 23:50

Baret Rescue Turunkan Tangki Air untuk Warga Jember yang Kekurangan Air Bersih

29 September 2026 - 14:04

Stylo Sound Ride #TunjukkanStyleLoNyanyi, Padukan Musik dan Gaya Retro Honda Stylo 160 di Jember

29 September 2026 - 14:00

Semarak Kompetisi dan Aksi Supporter Warnai Honda DBL 2026 East Java – East di Jember

29 September 2026 - 13:54

HPN 2026, BRI Jember Turun Langsung Sapa dan Dengarkan Nasabah

29 September 2026 - 13:48

PWRI Jember Dikukuhkan, Para Pensiunan Diminta Tetap Berkontribusi

29 September 2026 - 09:55

Trending di KABAR NUSANTARA