Reporter: Moch Wildanov
Editor : Diaz Octa
Probolinggo, Kabarpas.com – Event Semipro yang diselenggarakan di Kota Probolinggo, menuai kekecewaan dari puluhan pedagang kaki lima (PKL). Pasalnya, mereka mengaku tertipu oleh oknum penyelenggara event.
Penyelenggaraan event tahunan di Kota Probolinggo tersebut, membuat puluhan pedagang kaki lima yang datang dari berbagai daerah kecewa. Pasalnya, mereka dibubarkan oleh Satpol PP kota setempat. Padahal, lebih dari 50 PKL tersebut mengaku sudah membayar DP kepada oknum penyelenggara event senilai ratusan ribu rupiah.
“Jualan tidak boleh. Padahal, kita sudah bayar DP. Katanya pesta rakyat, tapi kenapa bayar dan dilarang-larang,” ujar Ambon, PKL asal Surabaya dengan nada kesal.
Adanya keluhan pedagang ini langsung ditanggapi oleh Budi Wiryawan, Ketua pelaksana event Semipro. Dirinya menjelaskan bahwa dalam event tersebut tidak ada penarikan biaya hingga ratusan ribu rupiah.
“Hanya iuran Rp 2.500 per hari. Itu pun akan dimasukkan ke pendapatan daerah, ” tegasnya.
Terkait sewa tenda di dalam area, menurutnya itu merupakan kebijakan pemenang tender Event Orgainizer dari Tangerang.
“Sudah sesuai kesepakatan, kalau tenda di dalam dikelola oleh EO dan disewakan. Untuk PKL di luar gratis. Bila ada yang setor uang ratusan ribu, tolong jelaskan setor ke siapa,” jelas Budi. (wil/diz).

















