Reporter : Sugeng Hariyono
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, kabarpas.com – Para pedagang takjil yang berjualan di Gor Kota Pasuruan mendapat perhatian ksusus dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pasuruan.
Ya, para pedagang takjil yang biasanya buka di sore hari untuk mengais rezeki saat ramadan ini, harus dilakukan uji lab oleh Dinkes setempat yang terjun langsung ke sejumlah pedagang makanan takjil itu.
Untuk kali ini, ada beberapa titik lokasi yang didatangi oleh petugas Dinkes Kota Pasuruan, di antaranya yakni Perum Karya Bhakti, lokasi kuliner Jalan Dipenogoro, dan sekitaran GOR Untung Suropati.
Kepada wartawan kabarpas.com dr.Shierly Marlena selaku sekretaris Dinas Kesehatan ( Dinkes) Kota Pasuruan mengatakan, ada beberapa jenis makanan yang diperiksa. Khususnya adalah makanan yang mempunyai warna cerah seperti kolak, es campur, dan sate usus. Sebab menurutnya perlu dicurigai dikarenakan makanan ini mengandung bahan yang berbahaya.
“Untuk mengetahui makanan ini tidak mengandung borax atau formalin, kami mengambil contoh makanan untuk kami uji lab, ” tegasnya.
Ditambahkannya, berdasarkan hasil pemeriksaan dari 20 sample makanan yang diambil oleh pihaknya itu, tidak ditemukan adanya zat yang berbahaya.
Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan operasi serupa untuk mengantisipasi adanya bahan yang berbahaya di dalam makanan takjil tersebut. “Dan Alhamdulilah, dari pemeriksaan uji lab kali ini tidak ada temuan makanan yang berbahaya,” pungkasnya. (yon/gus).

















