Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Peristiwa · 10 Nov 2018

Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pemilihan Duta Kesehatan Remaja 2018


Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pemilihan Duta Kesehatan Remaja 2018 Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasya

 

Probilinggo, Kabarpas.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, menggelar pemilihan Duta Kesehatan Remaja (DKR) tahun 2018 di ruang pertemuan Hotel dan Restoran Paseban Sena Probolinggo.

Pemilihan DKR yang mengambil tema Remaja Berkualitas Akan Mewujudkan Keluarga yang Sehat ini diikuti oleh 66 orang peserta yang berasal dari 33 puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

Selama tahap pemilihan DKR para peserta ini mendapatkan materi dari narasumber lintas program Dinkes Kabupaten Probolinggo. Yakni, kebijakan kesehatan remaja, PHBS sekolah, kesehatan lingkungan sekolah dan jajanan sehat, penyakit menular dan tidak menular, penyalahgunaan obat dan Narkoba serta KIA dan GIZI remaja.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi Sutilah mengatakan, masa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik fisik, psikologis maupun sosial.

“Remaja memiliki karakteristik yang khas, cenderung energetik, selalu ingin tahu, emosi yang tidak stabil, cenderung berontak dan mengukur segalanya dengan ukurannya sendiri dengan cara berpikirnya yang terkadang tidak logis,” katanya.

Lebih lanjut Sutilah menjelaskan selain untuk memilih Duta Kesehatan Remaja tahun 2018, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan peran remaja terhadap kesehatan.

“Serta memberikan pemahaman dan pengetahuan tentang peran kader kesehatan sekaligus masalah-masalah kesehatan pada remaja,” ungkapnya.

Menurut Sutilah, masalah kesehatan remaja mendapat perhatian penting dalam kesehatan masyarakat karena berpengaruh terhadap kehidupan masa depannya. Masalah kesehatan yang dihadapi remaja di Indonesia antara lain meningkatnya jumlah remaja dengan HIV AIDS, Infeksi Menular Seksual (IMS), Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dan penyalahgunaan NAPZA.

“Saat ini remaja sering terjebak dalam kehidupan yang dapat membawa mereka dalam suatu keadaan yang berbahaya dalam bidang kesehatan reproduksi. Jumlah remaja yang terlibat dalam aktifitas seksual dari tahun ke tahun semakin bertambah. Selain itu pada masa remaja terjadi perubahan emosi serta remaja mulai tertarik kepada lawan jenisnya, terikat pada kelompok dan mencoba menarik perhatian lingkungannya,” tutupnya. (Mel/Niz).

Artikel ini telah dibaca 118 kali

Baca Lainnya

LAZISNU Depok Kelola 1.067 Hewan Qurban di 64 Titik, Manfaat Dirasakan Lebih dari 30 Ribu Warga

31 Mei 2026 - 17:12

BRI Pasuruan Salurkan Bantuan TJSL Rp200 Juta untuk Pengadaan Alat Kesehatan Klinik FKTP Polres Pasuruan

30 Mei 2026 - 07:39

Luka

24 Mei 2026 - 23:56

Innalillahi, PC Pergunu Kota Pasuruan Berduka atas Wafatnya Anggota Aktif

23 Mei 2026 - 11:07

Jember Jadi Sorotan Nasional, Strategi Fawait dalam Pengentasan Kemiskinan Dipuji BP Taskin

21 Mei 2026 - 15:56

SPPG Al-Mubarok Kaliwates Disuspensi BGN Usai Kasus Dugaan Keracunan MBG di Jember

21 Mei 2026 - 15:52

Trending di Peristiwa