Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 8 Agu 2018

Dinkes Probolinggo Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah


Dinkes Probolinggo Kampanyekan Cuci Tangan Pakai Sabun di Sekolah Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

Probolinggo, Kabarpas.com – Dalam rangka kampanye higiene sanitasi sekolah, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo melakukan kampanye Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS) di sekolah.

Kampanye CTPS di sekolah ini dilaksanakan di SDN Patokan 2, SDN Rangkang 1, SDN Kandangjati Kulon 1, SDN Tegalsono, SDN Bulujaran Kidul dan SDN Curahsawo. Masing-masing lokasi diikuti oleh 50 orang siswa. Selasa (7/8/2018), kampanye CTPS di sekolah ini dilaksanakan di SDN Rangkang 1 Kecamatan Kraksaan.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kasi Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja dan Olahraga Sumaryanto mengungkapkan, mencuci tangan dengan sabun adalah salah satu tindakan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sanitasi dengan membersihkan tangan dan jari jemari menggunakan air dan sabun oleh manusia untuk menjadi bersih dan memutuskan mata rantai kuman.

Mencuci tangan dengan sabun dikenal juga sebagai salah satu upaya pencegahan penyakit. Hal ini dilakukan karena tangan seringkali menjadi agen yang membawa kuman dan menyebabkan patogen berpindah dari satu orang ke orang lain, baik dengan kontak langsung ataupun kontak tidak langsung (menggunakan permukaan-permukaan lain seperti handuk, gelas), ungkapnya.

Menurut Yanto, tangan yang bersentuhan langsung dengan kotoran manusia dan binatang ataupun cairan tubuh lain (seperti ingus dan makanan/minuman yang terkontaminasi saat tidak dicuci dengan sabun dapat memindahkan bakteri, virus dan parasit pada orang lain yang tidak sadar bahwa dirinya sedang ditularkan.

PBB telah mencanangkan tanggal 15 Oktober sebagai Hari Mencuci Tangan dengan Sabun Sedunia. Ada 20 negara di dunia yang akan berpartisipasi aktif dalam hal ini, salah satu di antaranya adalah Indonesia, jelasnya.

Yanto menerangkan CTPS merupakan perilaku sehat yang telah terbukti secara ilmiah dapat mencegah penyebaran penyakit menular seperti diare, Infekai Saluran Pernafasan Atas (ISPA) dan flu burung, bahkan disarankan untuk mencegah penularan influenza.

Banyak pihak yang telah memperkenalkan perilaku ini sebagai intervensi kesehatan yang sangat mudah, sederhana dan dapat dilakukan oleh mayoritas masyarakat Indonesia. Berbagai survey di lapangan menunjukkan menurunnya angka ketidakhadiran anak karena sakit yang disebabkan oleh penyakit setelah diintervensi dengan CTPS, tegasnya.

Namun demikian terang Yanto, pentingnya perilaku sehat CTPS untuk mencegah penyakit-penyakit menular masih belum dipahami masyarakat secara luas dan praktiknya pun masih belum banyak diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. (Mel/Nis).

Artikel ini telah dibaca 72 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA