Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 22 Jul 2026

PBNU – Kemenkes Sepakat Perkuat Kerjasama Sukseskan Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat


PBNU – Kemenkes Sepakat Perkuat Kerjasama Sukseskan Program Pemerintah Bidang Kesehatan Masyarakat Perbesar

Jakarta, Kabarpas.com — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Kementerian Kesehatan sepakat memperkuat kerja sama untuk menyukseskan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan masyarakat, terutama Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan percepatan penuntasan tuberkulosis (TBC). Kesepakatan itu dicapai dalam pertemuan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf dengan Menteri Kesehatan Republik Indonesia di Kantor Kementerian Kesehatan, Kuningan, Jakarta.

Pertemuan membahas kesehatan pelajar dan santri, penguatan layanan kesehatan berbasis komunitas, serta isu Water, Sanitation and Hygiene (WASH) yang menentukan kualitas lingkungan pesantren sekaligus menjadi kunci pencegahan penyakit.

Menteri Kesehatan menempatkan CKG dan penuntasan penyakit menular seperti TBC sebagai program prioritas pemerintah, dan menilai jangkauan NU hingga tingkat akar rumput sebagai faktor penentu keberhasilan keduanya.

“Penting sekali untuk bisa bekerja sama dengan NU sebagai ormas terbesar di Indonesia,” ujar Menkes.

Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf menyambut ajakan tersebut dengan menegaskan bahwa komitmen NU bukan hal baru dan sudah teruji di lapangan.

“PBNU berkomitmen dan sudah membuktikan komitmennya untuk bekerja bersama pemerintah melayani masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan. Di antara contohnya adalah vaksinasi Covid-19 dan penurunan stunting,” ujar KH Yahya Cholil Staquf.

Terkait CKG, Kiai Yahya menilai program tersebut strategis karena memperkuat deteksi dini, pencegahan penyakit, serta akses layanan kesehatan bagi masyarakat luas, termasuk santri dan pelajar. NU menyatakan siap menjadi mitra pelaksana, dengan pesantren dan madrasah sebagai titik masuk pertama.

Kerja sama ini tidak dimulai dari nol. Ulun Nuha, Staf Khusus Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menjelaskan bahwa Kemenko PMK telah menyatukan Kemenkes, Kementerian Agama, dan Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU untuk menjalankan CKG Santri sejak tahun lalu.

“Sejak tahun 2025, Kemenko PMK telah menggalang sinergi antara Kemenkes, Kemenag, dan RMI PBNU untuk mengadakan CKG Santri di beberapa daerah, termasuk di Pesantren Lirboyo dan Ploso Kediri. Diharapkan tahun ini pelaksanaan CKG Santri bisa lebih masif lagi,” ujar Ulun Nuha.

Kesepakatan ini bertumpu pada jaringan pesantren, madrasah, lembaga pendidikan, fasilitas kesehatan, dan kepengurusan NU yang menjangkau hingga tingkat ranting. Lapisan itu selama ini sulit disentuh program dari pusat, sementara kepercayaan masyarakat di dalamnya sudah lebih dulu terbangun. Dengan pijakan tersebut, PBNU dan Kementerian Kesehatan menargetkan upaya promotif, preventif, dan kuratif berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (ajo/ian).

Artikel ini telah dibaca 1 kali

Baca Lainnya

Ketua DPRD Jember Jadi Pengisi Bunga Desaku, Warga Mayang Sampaikan Beragam Aspirasi

22 Juli 2026 - 15:11

Pendidikan Vokasi Antar Siswa SMK Negeri 9 Malang Raih Beasiswa Polman Astra

22 Juli 2026 - 14:58

Jambore Daerah Honda ADV Jawa Timur Pererat Solidaritas Komunitas Lewat Riding, Edukasi, dan Aksi Sosial di Banyuwangi

22 Juli 2026 - 14:53

Jember Siapkan Homecare, Warga Bisa Daftar Lewat Wadul Gus’e dan Hotline Puskesmas

22 Juli 2026 - 14:24

Inkubator Agribisnis UKRI Hadir di Jember, Dorong Hilirisasi Jagung dan Lahirkan Agropreneur Muda

22 Juli 2026 - 14:21

Gerak Cepat Polres Pasuruan Kota Ringkus Pelaku Curanmor

21 Juli 2026 - 17:44

Trending di Berita Pasuruan