Trenggalek, Kabarpas.com – Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek menggelar rapat kerja bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mitra di Aula lantai bawah DPRD setempat.
OPD mitra yang dimaksud adalah, Dinas PKPLH, PUPR dan Dinas Perhubungan.
Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Trenggalek, Pranoto mengatakan, dalam evaluasi tersebut pihaknya ingin melihat kinerja dari masing – masing OPD atas keseriusan menangkap dari RPJMD kita.
” Saya yakin harapan masyarakat kita bahwa kue – kue APBD bisa dinikmati secara maksimal oleh rakyat, ” ucapnya.
Pranoto menuturkan, pihaknya telah menggali sedetail mungkin dalam evaluasi tersebut untuk pertimbangan agar kedepannya bisa menjadi lebih baik.” Sebenarnya sekarang sudah baik, namun masih perlu ada peningkatan.Untuk yang kurang kita beda bersama – sama, ” imbuhnya.
Ketika disinggung OPD mana yang paling difokuskan dalam evaluasi tersebut, Politisi PDI-P ini menyebut jika semuanya menjadi titik fokus.Namun, Dinas PUPR anggarannya lebih banyak dari OPD lain dan punya kewenangan dan tugasnya lebih banyak.” Kita melihat dana PEN Rp 100 milyar termasuk rumah sakit dibawah naungan Dinas PUPR, ” tandasnya.
Selain itu, masih lanjut dia, ada juga jalan, jembatan dan sebagainya untuk menunjang kelangsungan hidup orang banyak.Sehingga kita evaluasi, yang gagal mana, yang kurang maksimal mana.” Tadi kan sudah disampaikan ada beberapa yang kurang maksimal, yakni pekerjaan Jalan yang belum selesai.Kita berharap agar OPD terkait bisa merubah pola tindakan dan pikiran yang sudah turun menurun APBD selalu mepet.
” APBD Induk saja belum selesai sudah di tambah APBD Perubahan.Kita ingin kedepan untuk APBD 2023 tidak terjadi lagi.Pengalaman pahit di bulan Desember masih menumpuk pekerjaan, ” ungkapnya.
Selanjutnya, dia menyampaikan, persoalan dasar yang terjadi kemungkinan orang analisisnya kurang tepat di lapangan, tidak sesuai eksisting dan cara menghitungnya kurang jelas.” Pekerja pasangan paving di dataran tinggi itu 11 ribu.Itu analisisnya dari mana, ” jelasnya.
Dia berharap agar APBD Kabupaten Trenggalek harus bisa membuat senang rakyat kita dan jangan sampai membuat susah rakyat.” Pendeknya, kita tinggal mengelola saja, bagaimana rakyat bisa senang dan percaya kepada Pemkab,” tutupnya. (ags/ian).

















