Jember, Kabarpas.com – Fraksi Partai NasDem DPRD Kabupaten Jember mengapresiasi peluncuran program Home Care yang diinisiasi Pemerintah Kabupaten Jember. Program layanan kesehatan berbasis kunjungan ke rumah itu dinilai menjadi terobosan untuk memperluas akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini kesulitan menjangkau fasilitas kesehatan.
Ketua Fraksi NasDem DPRD Jember, David Handoko Seto mengatakan program tersebut merupakan gagasan yang patut diapresiasi karena menghadirkan layanan kesehatan lebih dekat dengan masyarakat.
Menurut David, konsep Home Care memberikan kesempatan bagi masyarakat, terutama kelompok kurang mampu, untuk memperoleh pelayanan kesehatan tanpa harus terbebani kendala transportasi maupun keterbatasan akses menuju puskesmas atau rumah sakit.
Ia menggambarkan, apabila selama ini masyarakat yang mampu dapat memiliki dokter pribadi, maka melalui Home Care masyarakat kurang mampu juga memperoleh pelayanan kesehatan yang bersifat lebih personal melalui kunjungan tenaga medis ke rumah.
“Program ini menjadi bentuk pemerataan pelayanan kesehatan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir ketika membutuhkan pemeriksaan maupun pengobatan. Dokter dan tenaga kesehatan akan datang langsung memberikan pelayanan,” ujarnya.
David menjelaskan, keberhasilan pelaksanaan Home Care memerlukan kolaborasi berbagai pihak. Selain tenaga kesehatan, program tersebut juga membutuhkan dukungan pemerintah desa, RT/RW, kelurahan, hingga relawan yang dapat membantu menyampaikan informasi mengenai warga yang membutuhkan pelayanan.
Menurutnya, pola kolaboratif itu akan memudahkan pemerintah menjangkau masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil maupun mereka yang mengalami keterbatasan ekonomi atau sarana transportasi sehingga tidak dapat mengakses layanan kesehatan secara optimal.
Lebih lanjut, David menilai Home Care tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, tetapi juga berpotensi membantu pemerintah menekan angka kematian melalui deteksi dini dan penanganan pasien secara lebih cepat.
Di sisi lain, program tersebut juga diharapkan mendorong tenaga kesehatan semakin aktif memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat, tidak hanya menunggu pasien datang ke fasilitas kesehatan.
“Harapannya pelayanan kesehatan semakin optimal dan masyarakat yang membutuhkan dapat segera tertangani. Kehadiran tenaga kesehatan di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari pelayanan publik yang lebih humanis,” ucap David. (dan/ian).

















