Reporter : Amelia Putri
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Coorporate Social Responsibility (CSR) PT PJB Unit Pembangkit (UP) Paiton melakukan penanaman pohon berbuah. Kegiatan ini juga melibatkan Pemerintah Desa Gading Wetan Kecamatan Gading, dan juga Karang Taruna Gading Mandiri Desa Gading Wetan Kecamatan Gading, Kabupaten Probolinggo.
Acara ini dihadiri oleh General Manager (GM) PT PJB UP Paiton Mustofa Abdillah, perwakilan Perhutani, perwakilan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disporaparbud), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pupuk Kaltim, Forkopimka Gading serta Forum Pengurus Karang Taruna (FPKT) Kabupaten Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut diserahkan bantuan bibit kelapa secara simbolis oleh GM PT PJB UP Paiton Mustofa Abdillah kepada Kepala Desa Gading Wetan Supriyono. Diserahkan pula bantuan perahu karet untuk semakin menambah sarana dan prasarana Waterspot Gading Wetan Desa Gading Wetan Kecamatan Gading.
Sekretaris Kecamatan Gading Mahmud mengaku bangga atas terselenggaranya penanaman pohon yang dilakukan oleh CSR PT PJB UP Paiton di Desa Gading Wetan. Sebab keberadaan pohon ini sangat banyak sekali manfaatnya.
“Salah satu manfaat keberadaan pohon adalah sebagai penahan erosi dan pemicu munculnya sumber air. Kalau marak terjadi penebangan liar, kita harus sadar melakukan penanaman. Penanaman pohon sangat penting utamanya bagi generasi muda,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo, Jumat (04/05/2018).
Tidak lupa Mahmud menyampaikan ucapan terima kasih kepada CSR PT PJB UP Paiton yang telah memberikan contoh dan teladan kepada masyarakat untuk dapat melaksanakan penanaman pohon. Karena pohon akan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Mudah-mudahan ini bisa dicontoh bagi kita semua dalam rangka penanaman pohon. Selain manfaatnya untuk kelestarian alam, keberadaan pohon juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dalam peningkatan kesejahteraan hidupnya,” tegasnya.
Sementara Sekretaris Disporaparbud Kabupaten Probolinggo Tatok Krismarhento menyampaikan ucapan terima kasih kepada CSR PT PJB UP Paiton yang mau bekerja sama dengan Desa Gading Wetan.
“Tantangan kita ke depan satu yang jadi permasalahan krusial yakni masalah pengangguran. Dengan adanya tubing sedikit membuka lapangan baru. Persaingan kita sangat ketat,” ungkapnya.
Menurut Tatok, tenaga kerja di Indonesia banyak yang ke luar negeri. Sementara dari luar banyak yang masuk ke Indonesia. Kalau semua bersaing dan skill kurang, maka akhirnya akan tergeser sehingga yang diharapkan satu-satunya adalah pariwisata.
“Wisata harus ada polesan sedikit. Seperti wisata selfie sehingga dampak wisata yang ada bisa mengangkat derajat perekonomian masyarakat sekitar. Dengan pariwisata semua dampak perekonomian akan muncul. Manfaatkan dan pelipara yang sudah diberikan,” jelasnya.
Sedangkan GM PT PJB UP Paiton Mustofa Abdillah mengatakan bahwa CSR PT PJB UP Paiton memang bekerja sama dengan Desa Gading Wetan yang mempunyai kepedulian terhadap lingkungan.
“Bertepatan dengan peringatan Hari Bumi se-Dunia ini kita melakukan penanaman pohon sebanyak 1.500 bibit meliputi kelapa, pette, durian, alpukat dan klengkeng. Harapannya dengan tanaman berbuah kita akan menunggu dan tidak akan menebang. Tujuannya untuk konservasi alam dan menyimpan air. Terlebih disini ada wisata tubing. Kita harus fokus terhadap alam kalau bukan kita siapa lagi,” katanya.
Mustofa menerangkan bahwa untuk mengajak masyarakat harus mempunyai wujud nyata, sulit kalau menyampaikan secara retoritka. Harus kelihatan manfaatnya dulu nanti akan memberikan contoh kepada masyarakat agar memiliki kepedulian terhadap lingkungan
“Nantinya kita akan ada pendampingan CSR PT PJB UP Paiton. Teman-teman CDO memang ditanya monevnya seperti apa sehingga tidak lepas. Kita inginnya ada tindak lanjut untuk monitor dan evaluasi program-program yang sudah dilakukan,” tegasnya.
Terpisah Kepala Desa Gading Wetan Supriyono menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak CSR PT PJB UP Paiton dan Pemkab Probolinggo karena penanaman pohon ini dapat menambah income dan pemasukan bagi desa di desanya.
“Setelah penanaman pohon ini ada PR (Pekerjaan Rumah) yang kami hadapi berupa kesulitan untuk mengalirkan air. Karena kendalanya adalah aliran air dan bersyukur sudah ada solusinya. Insya Allah ke depan Desa Gading Wetan akan semakin maju,” ungkapnya.
Menurut Supriyono, program jangka panjang dari penanaman pohon ini adalah supaya masyarakat tambah makmur dan bisa membuka lapangan kerja bagi masyarakat. “Untuk sektor wisata yang paling semangat adalah dari karang taruna. Dengan penghijauan ini ke depan setidaknya ada panen buah untuk menambah daya tarik wisata. Sehingga bukan hanya tubing saja, tapi juga dari sektor agrowisatanya,” pungkasnya. (mel/nis).

















