Pasuruan, Kabarpas.com – Warga RT 03- RW 03 Kelurahan Pogar, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, menggelar upacara peringatan 17 Agustusan dengan hal yang tak lazim. Itu lantaran peserta upacara berpakaian seadanya dan mengunakan bahasa Jawa Timuran saat melaksanakan upacara. Bahkan, upacaya yang digelar di halaman Stasiun Bangil ini terdapat regu relawan covid, regu nakes, regu pedagang emperan toko dan regu umum (penarik becak).
Sejak pukul 08:00 wib, mereka mulai berkumpul dan kemudian didahului dengan suara pidato seorang peserta layaknya Bung Tomo saat mengobarkan semangat arek-arek Suroboya. Sembari meneriakan kata Merdeka, 30 warga yang berpakaian seadanya itu bergegas berlarian dan membentuk formasi barisan untuk memulai upacara.
Upacara dengan menggunakan bahasa Soroboyoan ini juga menggundang tawa warga yang menonton. Kendati demikian upacara tetap berjalan khidmat dan mematuhi protokol kesehatan (prokes) ketat.
Hal lain yang membuat suasana upacara menjadi khidmat yaitu saat pengibaran bendera dimana salah satu petugas pengibar bendera (pembawa bendera), Ibu Sudarti (84) yang merupakan seorang putri pejuang kemerdekaan itu menjadi petugas pengibar bendera dengan menggunakan kursi roda.
Kegiatan warga ini mendapat apresiasi dari Kapolres Pasuruan AKBP Erick Frendriz yang diwakilkan Waka Polres Kompol Edith Yuswo Widodo.
“Kami mengapresiasi giat ini, dimana sesuai dengan aturan yang ada (SE Kemendagri) diperkenankan menggelar upacara HUT RI Ke 76 dengan maksimal peserta 30 orang serta menerapkan prokes, sehingga tidak menimbulkan kerumunan baik pada peserta maupun warga yang menonton,” terang Kompol Edith Waka Polres Pasuruan.
Pada kesempatan yang sama, pihak Polres Pasuruan memberikan apresiasi dengan membagikan paket sembako pada seluruh peserta upacara. Bahkan, upacara itu sendiri mendapat penjagaan ketat petugas dari Polsek Bangil. (ndo/tin).

















