Trenggalek, Kabarpas.com – Salah satu lembaga survei, yakni Accurate Research and Consulting (ARCI ) merilis hasil survei elektabilitas partai politik di Jawa Timur. Hasilnya, PDI – bercokol diperingkat pertama dengan elektabilitas 16, 7 %. Sedangkan diperingkat kedua ditempati PKB dengan elektabilitas 15, 4 %.
Sementara itu, terjadi kejutan untuk peringkat tiga, Partai Golkar berhasil menyodok Gerindra. Pada tiga bulan yang lalu, Golkar berada diperingkat keempat. Kini berada diperingkat ketiga menggeser Gerinda.
Elektabilitas Golkar sendiri mencapai 12, 9 %, sedangkan Gerindra 12, 3 %.
Menanggapi hasil tersebut, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Trenggalek, Arik Sriwahyuni mengatakan, dirinya merasa bersyukur sekaligus menjadi tantangan buat kader – kader di bawah untuk lebih konsentrasi penambahan kursi di daerah.
“Alhamdulillah, Partai Golkar bisa masuk tiga besar Jawa Timur,” ucapnya, Minggu (26/2/2023).
Arik menuturkan, meskipun survei telah turun, namun dirinya tidak akan terlena dengan hasil tersebut. “Ini bisa menjadi motivasi atau terpacu untuk mewujudkan hasil survei tersebut,” imbuhnya.
Selanjutnya, masih ungkap Arik, pihaknya akan mengambil langkah – langkah, salah satunya adalah dengan penempatan fungsionaris yang ada di kabupaten.
Dia menyebut, saat ini sudah melangkah dalam pembentukan saksi. “Tinggal menunggu petunjuk dari Provinsi untuk pembekalan saksi di dapil masing – masing,” tandasnya.
Dia juga menyampaikan, naiknya elektabilitas Partai Golkar di Jawa Timur tidak lepas dari peran Sarmuji selaku Ketua DPD Jawa Timur. “Beliau itu sangat eksis di berbagai media. Itu salah satu strategi DPD Golkar untuk menggalang kader – kader potensial yang fanatik,” ujarnya.
Ditambahkanya, DPD Partai Golkar Trenggalek juga melakukan survei, namun hasilnya belum keluar dan kemungkinan dalam satu bulan ini khusus untuk Kabupaten Trenggalek hasilnya akan keluar.
“Kita menggunakan salah satu lembaga survei,” tegasnya.
Ketika disinggung terkait penambahan jumlah kursi di DPRD Trenggalek, dia enggan menyebutkan. Namun cukup optimis. “Minimal jumlah kursi bisa bertahan. Kalau penambahan tentu menjadi salah satu target kita,” tutupnya. (ags/ian).

















