Pasuruan, Kabarpas.com – Kasus penyebaran virus covid-19 di SDN Kebonsari Kota Pasuruan bertambah. Usai salah satu guru tertular virus covid, kini 3 siswa di Kota Pasuruan juga terkonfirmasi positif.
Kepala Dinkes Kota Pasuruan, dr Shierly Marlena mengungkapkan jika penambahan kasus positif di SDN Kebonsari Kota Pasuruan ditemukan setelah dilakukan tracing ke sejumlah guru dan murid.
“Setelah kami tracing sebanyak 71 guru dan murid yang punya kontak erat, ada 3 siswa yang hasilnya positif, ” ungkap Shierly saat ditemui di kantornya.
Menurut Shierly, meskipun terkonfirmasi positif, 3 siswa SD Kebonsari itu tertular covid namun tanpa gejala. 3 siswa itu hanya diisolasi mandiri di rumahnya masing-masing. “3 murid hanya diisolasi di rumah. Tidak berat, mereka tanpa gejala atau OTG,” imbuhnya.
Untuk mengantisipasi semakin meluasnya penyebaran covid, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan memperpanjang penghentian pembelajaran tatap muka di SDN Kebonsari. Semula PTM hanya dihentikan 5 hari, kini ditambah hingga 2 minggu. “Penutupan PTM diperpanjang dari 5 hari ke 14 hari,” imbuhnya.
Ditanya terkait kemungkinan adanya virus Omicron, Shierly menyatakan jika pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan dari laboratorium kesehatan.
“Ini masih antri menunggu hasil, biasanya keluar setelah 6 hari,” terangnya.
Berdasarakan Data Dinas Kesehatan, per tanggal 2 Februari 2022 tercatat ada 7 kasus aktif covid di Kota Pasuruan. (sam/ida).

















