Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 6 Feb 2022

Gus Yahya Ungkap Alasan NU Dukung IKN di Balikpapan


Gus Yahya Ungkap Alasan NU Dukung IKN di Balikpapan Perbesar

Labuan Bajo, Kabarpas.com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil atau Gus Yahya menyampaikan sikap tegasnya mendukung pembangunan ibu kota negara (IKN) yang diberi nama Kota Nusantara. Hal itu lantaran kebijakan itu mempunyai visi yang sejalan dengan NU, yakni untuk membangun peradaban umat. Karena itulah, NU akan menjadi bagian dari pembangunan IKN di Kalimantan Timur tersebut.

“Nahdlatul Ulama ingin ikut serta menjadi bagian dari pembangunan ibu kota negara yang baru karena NU ingin menghidupi semangat untuk ikut serta membangun peradaban,” kata Gus Yahya dalam sambutan saat Harlah NU ke-96 di Labuan Bajo NTT.

Dalam rabgkaian acara di Labuan Bajo, hadir secara virtual Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan. Adapun yang hadir secara langsung diantaranya Guberbur NTT Victor B Laiskodat, Dirjen Perikanan Tangkap KKP, serta jajaran PBNU, PWNU NTT, dan PCNU se NTT.

Gus Yahya lalu menjelaskan, kenapa penyelenggaraan harlah NU ke-96 ini dilakukan di empat lokasi di Indonesia dan salah satunya adalah di Balikpapan. Pertama, karena ingin menghadirkan Nahdlatul Ulama untuk ambil bagian dari pembangunan IKN

“Balikpapan dipilih karena kita tahu bahwa Presiden dengan dukungan sebagian besar stakeholder bangsa ini ingin membangun satu Ibu Kota Negara baru di Kalimantan Timur,” ujar Gus Yahya.

Maka dari itu, lanjut Gus Yahya, penting bagi NU hadir di Kalimantan Timur, hadir di Balikpapan dan di ibu kota negara yang baru.

“Karena untuk membangun peradaban, kita harus mulai dengan semangat ikut serta membangun masa depan,” lanjutnya.

Sementara Gus Yahya Labuan Bajo dijadikan lokasi selanjutnya untuk penyelenggaraan harlah NU ke-96 ini, lanjut Gus Yahya, adalah karena NTT mempunyai potensi kekayaan maritim yang lsangat besar dan uar biasa. Dan itu merupakan modal utama dari pembangunan peradaban umat di Indonesia yang sebagian besar wilayahnya merupakan lautan.

“Watak peradaban nusantara adalah maritim, peradaban kita adalah masyarakat dengan karakter maritim. Ini adalah modal dasar yang sangat berharga bagi kita semua,” terang Gus Yahya. (sam/ida).

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

​Menembus Batas Pengabdian: Mahasiswa UID Sutan Akhyar Rajabi Dinobatkan Jadi Pemuda Pelopor Terbaik Depok 2026

9 Oktober 2026 - 15:37

Sudah Sembuh, Tak Perlu Bingung Pulang, Jember Punya Mobil Cinta

8 Oktober 2026 - 17:18

Punya PMI Terbesar di Jatim, Jember Dipilih Kementerian untuk SMK Go Global 

8 Oktober 2026 - 11:48

Bersaksi di PN Lumajang, Ahli Keberatan dengan Peringatan Ancaman Pidana saat Beri Keterangan

7 Oktober 2026 - 18:12

Presiden Prabowo Apresiasi Satgas PKH, Selamatkan 6,2 Juta Hektare Hutan Senilai Hampir Rp400 Triliun

7 Oktober 2026 - 08:45

Pasca Gempa NTT, AHM Perkuat Layanan Kesehatan untuk Mobilitas Produktif Masyarakat

7 Oktober 2026 - 08:19

Trending di KABAR NUSANTARA