Jember, Kabarpas.com – Menjelang peluncuran layanan Homecare pada 24 Juli 2026, program kesehatan baru Pemerintah Kabupaten Jember mulai menjadi perbincangan di media sosial. Di tengah tingginya perhatian publik, Bupati Jember Muhammad Fawait mengakui pelaksanaan pada tahap awal masih berpotensi menghadapi berbagai kendala teknis dan membutuhkan masukan dari masyarakat.
Fawait mengatakan seluruh persiapan terus dimatangkan sebelum layanan resmi beroperasi. Pemerintah daerah menjadwalkan apel personel dan kendaraan Homecare pada Kamis (23/7), sehari sebelum peluncuran.
“Insyaallah hari Kamis apel kendaraan dan apel personel terkait Homecare. Hari Jumat launching,” ucapnya .
Fawait mengakui implementasi program pada masa awal kemungkinan masih diwarnai kebingungan maupun penyesuaian di lapangan. Karena itu, pemerintah daerah membuka ruang evaluasi agar pelayanan dapat terus diperbaiki.
“Tentu masih banyak kekurangan. Di awal pelaksanaan pasti ada kebingungan, kegagapan, dan lain sebagainya. Makanya saya minta seluruh masukan dari masyarakat,” ujarnya.
Menurut Fawait, layanan Homecare dirancang untuk menjangkau warga yang selama ini kesulitan mengakses fasilitas kesehatan, terutama masyarakat kurang mampu, lansia, penyandang disabilitas, maupun pasien yang membutuhkan perawatan jangka panjang.
Ia menilai hambatan yang dihadapi sebagian warga bukan hanya biaya pengobatan, tetapi juga ongkos transportasi dan keterbatasan mobilitas ketika harus datang ke puskesmas atau rumah sakit.
“Semangat kita adalah memberikan pelayanan jemput bola kepada mereka yang tidak mampu. Selama ini mereka tidak hanya membutuhkan pengobatan gratis, tetapi juga harus mengeluarkan biaya besar ketika pergi ke rumah sakit. Karena itu, kita yang akan mendatangi rumah mereka,” katanya.
Program Homecare nantinya akan dipadukan dengan layanan telemedicine sehingga petugas kesehatan yang datang ke rumah pasien dapat menghubungkan pasien dengan dokter sesuai kebutuhan tanpa harus datang langsung ke fasilitas kesehatan.
Peluncuran program pada 24 Juli mendatang menjadi tahap awal implementasi layanan tersebut. Efektivitasnya akan bergantung pada kesiapan petugas di lapangan serta evaluasi berkelanjutan terhadap berbagai kendala yang muncul selama masa awal pelaksanaan. (dan/ian).

















